Antisipasi Perang Modern, TNI AL Genjot Sistem Komunikasi dan Dukungan Siber

Jakarta, IDM – TNI AL menggembleng jajaran komunikasi dan elektronika di Markas Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/7). Pelatihan ini menyelaraskan seluruh sistem jaringan komando laut berbasis digital dan siber untuk pertempuran masa kini.
Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek KSAL) Laksda Dwi Cahyo Kuncoro memimpin langsung safari komunikasi dan elektronika tahun anggaran 2026 tersebut. Dwi mengevaluasi kesiapan peralatan sekaligus menyelaraskan pengamanan siber di seluruh jajaran tempur.
Baca Juga: 13 Perwira TNI AD Lulus Latihan di Belarusia, Spesialis Pasukan Operasi Khusus
Ia menegaskan teknologi informasi mengubah peta peperangan modern. Seluruh sistem jaringan TNI AL wajib terintegrasi agar armada laut Indonesia tidak keteteran di lapangan.
"Perkembangan teknologi informasi dan peperangan modern menuntut TNI AL untuk terus bertransformasi melalui penguatan interoperabilitas dan integrasi seluruh sistem Komlek," tegas Dwi, dikutip dari laman TNI AL, Rabu (29/7).
Ia meminta jajaran Komlek membangun sistem pertahanan yang adaptif dan kebal dari peretasan musuh. Sistem ini menjadi penyokong utama doktrin perang berbasis jaringan (Network Centric Warfare), yaitu konsep pertempuran yang menghubungkan sensor, komando, dan alutsista penembak dalam satu jaringan digital terpadu secara real-time.
"Seluruh jajaran Komlek TNI AL harus mampu membangun sistem yang aman, andal, adaptif, dan berkesinambungan guna mendukung terwujudnya Network Centric Warfare sebagai fondasi utama komando dan pengendalian operasi laut," tambahnya.
Baca Juga: TNI Geser Markas Kogabwilhan II ke Balikpapan
Di Koarmada II, para prajurit langsung menerima sosialisasi teknis. Materi mencakup pembaruan alat komunikasi, digitalisasi data, teknologi senjata, hingga peperangan elektronika untuk mengantisipasi sabotase digital di wilayah perairan Nusantara.
Agenda di Surabaya ini mematangkan rencana TNI AL yang sedang menyusun cetak biru Pusat Peperangan Elektronika (Electronic Warfare Center/EWC) di Cilangkap, Jakarta. Fasilitas EWC bakal menyatukan sensor pertahanan, sistem senjata, dan jalur komunikasi kapal perang ke satu kendali digital terpadu.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































