Antisipasi HUT TPNPB-OPM, TNI Pastikan Lakukan Langkah Humanis

Jakarta, IDM - Komandan Korem 182/JO, Kolonel Inf Hartono memastikan pihaknya akan tetap melakukan langkah-langkah humanis bersama aparat lainnya dari Polri dan Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Pembebasan Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) 1 Desember mendatang.
Hal ini dikatakannya saat melaksanakan pengecekan pasukan pengamanan VVIP di Kaimana, Senin (28/11) kemarin.
Pada kesempatan itu juga, Hartono juga mengajak simpatisan TPNPB-OPM di Papua Barat untuk kembali bergabung bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya Mohon rekan-rekan, saudara-saudara saya yang saat ini bersebrangan faham ideologi dengan NKRI, marilah kita kembali ke NKRI, mari kita majukan Indonesia, Propinsi Papua Barat khususnya Kaimana dalam kerangka besar NKRI,” ujar Hartono.
Baca: TNI AU Kirim Pesawat CN-295 Bantu Pencarian Helikopter BO-105 Polri
Menurutnya, jika semua bersahabat, bergandeng tangan untuk membangun, maka pembangunan akan maju khususnya wilayah Kaimana karena Kaimana dan Kabupaten di Papua Barat mempunyai peluang untuk maju dan mensejahterakan masyarakat. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































