Antisipasi Cuaca Buruk, TNI AL Siagakan 2 Kapal Perang di Makassar dan Selat Bali

Jakarta, IDM – TNI AL meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca buruk akhir tahun dengan menyiagakan dua kapal perang di jalur laut strategis nasional.
Kepala Dinas Penerangan Komando Armada (Kadispen Koarmada) RI Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah menjelaskan, penguatan postur siaga ini dilakukan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat di laut.
Baca Juga: Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 50 Ton Timah di Bangka
“Unsur KRI jajaran Koarmada II sudah kami gerakkan ke sejumlah titik strategis. KRI Bung Hatta-370 bergerak menuju perairan Makassar, sementara KRI Golok-688 disiagakan di Selat Bali agar respons terhadap kondisi darurat di laut bisa dilakukan lebih cepat,” kata Wishnu, Senin (29/12).
Ia menambahkan, kesiapsiagaan ini diberlakukan dalam periode panjang untuk menghadapi puncak cuaca ekstrem.
“Untuk antisipasi cuaca buruk, unsur KRI sudah kami siagakan mulai Desember sampai akhir Januari, atau sampai kondisi cuaca buruk mereda,” ujarnya.
Selain dua kapal perang tersebut, Koarmada RI juga mengerahkan unsur-unsur kewilayahan dari jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) di berbagai wilayah. Di wilayah Kodaeral VI disiagakan 2 KRI, 9 KAL, dan 11 Patkamla, sedangkan Kodaeral VII menyiagakan 2 KRI, 2 KAL, 2 Patkamla, serta 3 Rhib yang tersebar di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga perairan timur Indonesia. Seluruh unsur berada dalam kondisi siap operasi.
Baca Juga: TMMD Lanud Supadio, Danlanud Tinjau Pengerjaan Akses Wisata Paralayang Bukit Raya Sambora
Untuk mendukung kesiapsiagaan penanganan bencana alam di wilayah barat Indonesia, khususnya Sumatra, TNI AL juga mengoperasikan 20 KRI yang disiapkan untuk distribusi bantuan, kapal rumah sakit, pengangkutan pasukan, serta dukungan helikopter onboard.
“Ini adalah wujud kehadiran negara. Kami ingin memastikan keselamatan pelayaran dan masyarakat maritim tetap terlindungi selama periode cuaca ekstrem,” pungkas Wishnu. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































