HANKAM

Angkatan Laut Indonesia-Brunei Gelar Latma Helang Laut ke-21 di Perairan Jawa

KRI Frans Kaisiepo-368
KRI Frans Kaisiepo-368. (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – TNI AL dan Angkatan Laut Brunei Darussalam (Royal Brunei Navy) akan menggelar latihan bersama Elang Laut ke-21, pada November mendatang.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmad II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko mengungkapkan, latihan bilateral 2 tahunan itu dijadwalkan berlangsung selama sepekan, yakni 17-23 November.

"⁠Pelaksanaan Helang Laut bertempat di Koarmada II untuk tahap pangkalan (harbour phase) dan tahap laut (sea phase) di Laut Jawa," ungkap Widyo saat dihubungi Indonesia Defense Magazine di Jakarta, Jumat (25/10).

Baca Juga: Unik, TNI Gelar Pameran Alutsista di Mall

Adapun masing-masing angkatan laut akan mengerahkan dua kapal perangnya dalam latihan tersebut. TNI AL melibatkan KRI Frans Kaisiepo-368 dan KRI Tombak-629.

"Angkatan Laut Brunei Darussalam mengerahkan kapal perang KDB Darulaman-08 dan KDB Syafaat-19 dan satu tim pasukan khusus atau navy surface action group (NAVSAG)" lanjut Widyo.

Dia menjelaskan, latma Helang Laut dengan sandi 21B/24 ini fokus meningkatkan interoperabilitas angkatan laut kedua negara.

"Materi latihan menunjang pelaksanaan keamanan laut (maritime security dan maritime interdiction operations)" jelas Widyo.

Sebelumnya, Komandan KRI Frans Kaisiepo Letkol Laut (P) Rivo De Havilland memaparkan langsung rencana garis besar (RGB) latihan di hadapan Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo dalam rapat di Surabaya, Selasa (22/10) lalu.

Baca Juga: Penerbang Lanud Iswahjudi Ikuti Latihan Pengembonan Air to Ground, Jaga Profesionalisme dan Kemampuan Tempur

Selepas menerima paparan itu, Ariantyo mengingatkan para komandan kapal untuk rutin mengecek kesiapan personel dan alutsista.

“Ingat keamanan dan keselamatan harus selalu menjadi prioritas dalam setiap penugasan,” kata Ariantyo, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.

Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia berbagi wilayah darat di Pulau Kalimantan. Meskipun berdekatan, Indonesia dan Brunei tidak berbagi wilayah perbatasan di laut, karena batas laut Brunei sebagian besar langsung menghadap ke Laut Cina Selatan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.