HANKAM

Angkatan Laut Indonesia-Amerika Bahas Peningkatan Kemampuan Operasi dan Latihan Militer

Wakil KSAL Laksamana Madya Erwin S Aldedharma
Wakil KSAL Laksamana Madya Erwin S Aldedharma bersama Panglima Komando Indo-Pasifik AS Laksamana Samuel J Paparo di Mabesal, Jakarta, Kamis (13/6). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakil KSAL) Laksamana Madya Erwin S Alderharma dan Panglima Komando Indo-Pasifik AS (US Indopacom) Laksamana Samuel J Paparo, membahas sejumlah aspek peningkatan kemampuan pengetahuan dan keterampilan (capacity building) prajurit.

Hal tersebut dibicarakan dalam kunjungan kehormatan Paparo kepada TNI AL di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Kamis (13/6).

"TNI AL dan Angkatan Laut AS (US Navy) menjalin hubungan kerja sama yang baik untuk peningkatan capacity building pada bidang operasi dan latihan, operasi dan latihan Korps Marinir, komunikasi, pendidikan, logistik serta kesehatan," ujar Erwin, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (14/6).

Baca Juga: Asops TNI Tinjau Kesiapan KRI Radjiman untuk Dikirim ke Gaza

Erwin menyampaikan, TNI AL akan mengundang kembali partisipasi Angkatan Laut AS pada latihan bersama Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) ke-5 dan International Maritime Security Symposium (IMSS) ke-6 yang akan digelar di Bali, pada 2025 mendatang.

capacity building
(Foto: Dok. Dispenal)

"Dalam hubungan bidang operasi dan latihan, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi US Navy pada event internasional yang diselenggarakan oleh TNI AL, di antaranya MNEK dan IMSS di Makassar, pada 2023 lalu," tuturnya.

"Kami berharap hubungan TNI AL dengan US Navy dapat terus ditingkatkan," tambah Erwin.

Baca Juga: TNI AD Akan Buka Lahan 7 Ribu Hektare di Merauke

Sebelumnya, Paparo mengungkapkan pasukan angkatan laut Indonesia-AS tak hanya berlatih meningkatkan kemampuan tempur, tetapi juga memprioritaskan latihan operasi militer selain perang seperti MNEK untuk kesiapan dalam bantuan kemanusiaan, yakni penanggulangan bencana dan pemulihan pascabencana.

Terlebih, US Indopacom saat ini juga memiliki pusat kajian dan data (Center of Excellence for Disaster Management) untuk kebencanaan yang rutin mengumpulkan data mengenai bencana.

"Kami terus mengumpulkan data, termasuk dari lesson-learned (pelajaran yang diperoleh dari negara lain soal kebencanaan) dan membagikan itu ke negara-negara mitra kami," kata Paparo dalam acara di @america, Jakarta, Rabu (12/6). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.