HANKAM

Ancaman Perang Hibrida di Era Modern, TNI AL Optimalkan Persenjataan Nirawak

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali saat konferensi pers di acara seminar akhir Pasia Dikreg Seskoal angkatan ke-61 tahun 2023 di Jakarta. (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengatakan TNI AL bakal melengkapi persenjataan nirawak secara bertahap untuk menghadapi ancaman perang hibdrida di era modern.

"Unmanned system (drone tanpa awak) sangat penting karena resiko terhadap manusia nol, tapi lebih efektif dan efisien," ujar Ali kepada awak media di Seskoal, Jakarta, Senin (22/10).

Selain itu, lanjut Ali, persenjataan nirawak alias unmanned system juga lebih efisien dibandingkan manned system untuk segi anggaran.

Baca Juga: Kerahkan Helikopter Caracal, TNI AU dan Basarnas Gelar Latihan SAR Heli Rescue

"Jadi, semua (persenjataan) nirawak ini mulai kita kembangkan untuk menghadapi ancaman-ancaman hibrida. Kalau kita kalah teknologi, maka akan dipastikan kita akan lebih lemah menjadi yang inferior," jelas Ali.

Dalam memenuhi upaya tersebut, Ali mengungkapkan TNI AL harus mengembangkan kemampuan peperangan teknologi informasi kepada prajurit dengan mulai memperkenalkan sistem-sistem baru, seperti alat-alat elektronik counter dan support measure.

"Kemudian, peralatan-peralatan siber yang ada di kapal-kapal perang maupun yang ada di pasukan Marinir," ungkapnya.

Baca Juga: TNI AL Akan Kembangkan Drone Kamikaze untuk Tingkatkan Pengamanan Perairan Indonesia

Rencana tersebut, kata Ali, baru dioptimalkan setelah target pencapaian Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essential Forces (MEF) pada 2024 selesai.

"Mungkin ke depan setelah 2024. Jadi, kita setelah itu baru mungkin sampai 2045 diharapkan sudah jadi ideal force (kekuatan ideal) untuk seluruh kekuatan TNI, dalam hal ini juga TNI AL," kata Ali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.