Anaknya Lulus TNI AD, Orang Tua di Rembang Seruduk Markas Kodim Bawa Hasil Bumi

Jakarta, IDM – Sebagai bentuk rasa syukur dan ucapan terima kasih, delapan orang tua siswa prajurit dari Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah mendatangi Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0720 Rembang.
Mereka datang membawa hasil bumi seperti pisang, degan (kelapa), ayam, kerupuk, hingga sayur-sayuran yang diangkut dalam mobil pickup. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0720 Rembang, Letkol Inf Yudhi Yahya, di aula Kodim.
Baca Juga: Kontingen Garuda UNIFIL Kunjungi Tokoh Masyarakat di Perbatasan Lebanon-Israel
"Ini merupakan momen istimewa bagi Kodim Rembang," kata Yudhi dikutip keterangan Penkodim 0720 Rembang, Sabtu, (1/2).
Ia menjelaskan total ada delapan siswa dari Kecamatan Sluke yang lolos seleksi prajurit TNI AD. Ia memastikan bahwa pendaftaran calon prajurit TNI AD dilakukan secara transparan melalui Kodam dan Korem tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Baca Juga: Lulus Seleksi, 670 Prajurit Siswa di Aceh Ikuti Pendidikan Tamtama TNI AD
"Penerimaan ini gratis, tidak ada biaya sama sekali. Ini merupakan bukti nyata bahwa siapa pun yang memiliki kemampuan dan memenuhi syarat bisa bergabung dengan TNI AD," kata Yudhi. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































