HANKAM

Alutsista yang Dikerahkan TNI di Nataru 2024/25 Bukan untuk Komersil

Helikopter TNI AU
Ilustrasi Helikopter TNI AU. (Foto: Dok. IDM)

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Hariyanto memastikan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dikerahkan TNI di Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2024/2025 bukan untuk komersial. Sejumlah alutsista yang dimaksud diantaranya pesawat Boeing 737, Hercules, dan helikopter.

"Adapun Alutsista tersebut tidak digunakan untuk tujuan komersial, tetapi sepenuhnya untuk mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan Nataru. TNI siap membantu Polri dan pemerintah daerah sebagai bagian dari tanggung jawab TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Hariyanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa, (17/12).

Ia menjelaskan secara umum alutsista tersebut seperti pesawat Boeing 737 dan Hercules diperuntukkan untuk mobilisasi personel dan logistik dalam mendukung operasi pengamanan Nataru di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah-daerah rawan dan daerah daerah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat atau laut.

Baca Juga: KSAL Indonesia dan India Bahas Rencana Kerja Sama Pengadaan Alpalhankam

"Jika diperlukan, pesawat ini juga dapat digunakan untuk evakuasi medis atau kondisi darurat lain yang mungkin terjadi selama Nataru," kata Hariyanto.

Sementara itu untuk Helikopter, lanjutnya digunakan untuk patroli udara guna memantau situasi keamanan di titik-titik rawan, baik di kota besar maupun daerah terpencil.

"Pesawat-pesawat (alutsista) tersebut juga siap untuk respons cepat jika terjadi keadaan darurat, seperti bencana alam atau kebutuhan evakuasi mendesak," kata Hariyanto.

Baca Juga: “Merah Putih untuk Generasi Emas 2045”, Upaya Spotdirgaau Dukung Program Makan Bergizi

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut pihaknya turut siaga mengamankan perayaan Nataru dengan menyiapkan helikopter hingga pesawat Hercules untuk mendukung persiapan menghadapi periode mudik Nataru.

"TNI juga menyiapkan transportasi darat seperti truk, udara kita siapkan Boeing 737, Hercules, dan juga helikopter," kata Agus usai melakukan rapat koordinasi lintas sektoral Kesiapan Ops Lilin 2024, Senin (16/12).

Sementara untuk jumlah personel yang dikerahkan Agus menyebut TNI menyiapkan 80 ribu prajurit demi keamanan Nataru. Pengerahan para personel ini sifatnya perbantuan kepada Polri. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.