Alutsista Buatan Pussenif Diklaim Bantu Prajurit di Medan Operasi, Mampu Deteksi Suara Tembakan

Jakarta, IDM – Alutsista Riffle Perimeter Management System (RPMS) yang dibuat Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) diklaim bermanfaat dan dapat membantu prajurit yang sedang melaksanakan tugas di daerah operasi.
Hal ini ditandai dengan penghargaan yang diberikan oleh Kadislitbangad Brigjen TNI Mokhamad Yasin beberapa waktu lalu di Mapusziad.
Baca Juga: Aspotdirga KSAU Tegaskan Komitmen TNI AU dalam Mendukung Terwujudnya Swasembada Pangan
Dilansir keterangan dari Penerangan Pussenif, Rabu, (18/12) penghargaan ini merupakan apresiasi dari Dislitbangad selaku pembina fungsi Litbang TNI AD pada kepada Litbang Pussenif.

Dijelaskan pula Pussenif berhasil melakukan uji coba RPMS dalam rangka modernisasi alutsista dan memenuhi kebutuhan Satuan Infanteri.
Baca Juga: TNI AL Akan Kirim Satgas ke Italia, Bawa Kapal PPA ke Indonesia
RPMS merupakan alat yang dapat mendeteksi obyek atau target bergerak (manusia, hewan dan kendaraan) yang masuk kedalam perimeter. Selain itu RPMS juga dapat mendeteksi arah, sudut dan kaliber senjata dari suara tembakan yang ditimbulkan, serta dapat memberikan gambaran visual terhadap obyek atau target tersebut melalui fungsi Day Camera dan Thermal.
Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif), Letjen TNI Teguh Muji Angkasa mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Ia pun berkomitmen terus melakukan inovasi dan terobosan-terobosan baru terutama terkait Alutsista Satuan Infanteri untuk membantu tugas satuan dan prajurit Infanteri dalam rangka mendukung kebutuhan satuan dan prajurit Infanteri. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































