Alumni Akabri 1989 bersama TNI AL Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Cianjur, IDM - Alumni Akabri tahun 1989 menggelar bakti sosial di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (18/3). Melibatkan seluruh matra, kegiatan berbentuk penyaluran puluhan ribu bantuan itu akan dilakukan di sejumlah lokasi terdampak gempa dahsyat yang terjadi November 2022 lalu.
Kampung Bahari Nusantara di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menjadi titik pendistribusian bantuan dari TNI AL. Bantuan berupa sembako, obat-obatan hingga kebutuhan sehari-hari diserahkan secara simbolis oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksama TNI Muhammad Ali.
"Kita bersama-sama melaksanakan kegiatan bakti sosial ini untuk meringankan beban korban gempa bumi Cianjur yang beberapa bulan lalu terkena gempa bumi bencana," ungkap Ali yang juga alumnus Akabri Tahun 1989.
Baca Juga: KSAD Buka Kejuaraan Tenis Meja Total Hadiah 220 Juta
Selain bantuan tersebut, Ali mengatakan perbaikan rumah tinggal dan rumah ibadah juga akan terus didorong. Untuk melengkapi upaya tersebut, Alumni Taruna 1989 juga akan memberikan bantuan dana tabungan untuk para korban di Desa Cibulakan.
Bentuk bantuan lainnya yang juga disalurkan adalah sesi trauma healing yang diampu oleh Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial). Peserta trauma healing yang terdiri dari anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar tampak ceria dengan ragam kegiatan seperti bernyanyi bersama hingga melakukan aneka perlombaan.
Setelah pemberian bantuan di Kampung Bahari Nusantara di Desa Cibulakan, Ali mengungkap penyaluran tali kasih berjumlah hingga 40 ribu akan segera digelar di tiga titik lainnya. Ia berharap bantuan ini dapat terus berlanjut hingga kehidupan warga Cianjur pulih seutuhnya.
"Nanti kan ada perbaikan rumah korban dan ini berlanjut karena tidak bisa dalam satu waktu. Tentu akan berlanjut terus menerus sampai jadi. Selain perbaikan rumah juga kan ada pembangunan rumah ibadah," kata Ali.
Baca Juga: TNI AL Rancang Operasi Laut Bersama Tentera Laut Diraja Malaysia
Ungkapan sukacita pun disampaikan Ucu (42) setelah mendapat bantuan. Ia mengaku sebelumnya sangat kesulitan bertahan lantaran gempa dahsyat menghancurkan huniannya sehingga Ucu harus mengungsi ke rumah saudaranya.
"Senang sekali mendapat bantuan ini, alhamdulillah," katanya.
Tak hanya kehilangan rumah, Ucu pun harus rela ditinggalkan suaminya akibat gempa berkekuatan 5,6 magnitudo tersebut. Kendati hidup mengungsi, Ucu mengaku kegiatan sekolah anak-anaknya tetap berlangsung di tenda pengungsian. Ucu berharap pembangunan rumah bagi korban bencana dapat segera terwujud sehingga ia tak harus meninggalkan desa tempatnya membangun kehidupan bersama mendiang suaminya.
"Harapannya mudah-mudahan terus berjalan sampai jadi dan kami bisa kembali ke rumah sendiri," ungkap Ucu. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































