Alih Tugas, Pangkoopsudnas Pimpin Sertijab Komandan Satuan Intelijen Koopsudnas

Jakarta, IDM – Alih tugas dan jabatan kembali dilakukan di lingkungan Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) sebagai bagian dari mekanisme organisasi. Adapun jabatan yang diserahterimakan kali ini adalah Komandan Satuan Intelijen (Dansat Intel) Koopsudnas.
Untuk itu, upacara serah terima jabatan (sertijab) digelar di Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (13/1) dan dipimpin langsung oleh Panglima Koopsudnas, Marsdya TNI Tedi Rizalihadi.
Baca Juga: Kontribusi Nyata TNI di Wilayah Penugasan Kongo
“Dansat Intel memiliki peran dan tugas yang begitu penting. Untuk itu, Satuan Intelijen Koopsudnas diharapkan mempunyai kemampuan untuk merespons, mendeteksi dan mengantisipasi setiap bentuk ancaman, baik yang bersifat potensial maupun nyata,” ungkap Marsdya TNI Tedi dikutip dari rilis Penerangan Koopsudnas, Selasa (14/1).

Usai sertijab, maka jabatan Komandan Satuan Intel Koopsudnas saat ini resmi diemban oleh Kolonel Sus Bachtiar Hermana untuk menggantikan Kolonel Sus Suwedi Rasyid.
Baca Juga: Antisipasi Ancaman, TNI AU Tingkatkan Kemampuan Personel dalam Kursus Dasar Pertahanan Siber
Sebelumnya, Kolonel Sus Bachtiar Hermana menempati jabatan sebagai Paban V/Prodint Sintel, Kaskoopsudnas. Sementara itu, Kolonel Sus Suwedi Rasyid selanjutnya menempati pos baru sebagai Kabid Operasi Intelijen Puskodal Koopsudnas.
Kepada pejabat baru Dansat Intel, Panglima Koopsudnas berpesan agar Kolonel Sus Bachtiar dapat melanjutkan capaian yang sudah dilakukan oleh pejabat lama dan terus melakukan inovasi guna meningkatkan kinerja Koopsudnas. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































