HANKAM

Alih Pimpinan, Pangkoopsud III Pimpin Sertijab Komandan Lanud Silas Papare Jayapura

Pangkoopsud III Marsma TNI Donald Kasenda
Pangkoopsud III Marsma TNI Donald Kasenda saat menyerahkan tongkat komando Komandan Lanud Silas Papare kepada Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah. (Foto: Dok. Penerangan Lanud Silas Papare)

Jakarta, IDM - Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) III Marsda TNI Donald Kasenda memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Lanud (Danlanud) Silas Papare yang digelar di Lapangan Rugby Lanud Silas Papare, Jayapura, Sabtu (28/10).

Usai sertijab, jabatan Danlanud Silas Papare resmi dijabat oleh Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah setelah sebelumnya dijabat oleh Marsma TNI M. Dadan Gunawan yang kini mendapat amanah baru sebagai Pati Sahli KSAU Bidang Polhukam.

Dalam sambutannya, Pangkoopsud III berpesan agar Lanud Silas Papare dapat terus melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal sebagai bagian dari pertahanan serta ujung tombak pelaksana operasi tugas TNI AU di wilayah timur Indonesia.

Baca Juga: Daftar Nama 20 Pati TNI AL Pecah Bintang hingga Naik Bintang 3

“Dengan wilayah yang begitu luas, mencakup kepulauan Maluku dan kepulauan Papua, serta kondisi geografis yang cukup beragam, Koopsud III memiliki tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Dalam pelaksanaan tugasnya, Koopsud III tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan kinerja yang baik dari satuan pelaksana di bawahnya, termasuk Lanud Silas Papare,” ungkap Marsda TNI Donald Kasenda dikutip dari Penerangan Lanud Silas Papare, Minggu (29/10).

Indan Gilang Buldansyah, Donald Kasena, M. Dadan Gunawan
Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah (kiri); Pangkoopsud III Marsma TNI Donald Kasena (tengah); dan Marsma TNI M. Dadan Gunawan (kanan) usai sertijab Komandan Lanud Silas Papare Jayapura. (Foto: Dok. Penerangan Lanud Silas Papare)

Donald melanjutkan, lanud ini juga memiliki nilai strategis sebagai penindak beragam ancaman yang berpotensi muncul. Untuk itu, Lanud Silas Papare harus selalu berada dalam kondisi siap operasi.

“Eksistensi Lanud Silas Papare menjadi hal vital dan strategis dalam upaya menangkal ancaman yang paling potensial untuk kita hadapi, baik sebagai pangkalan operasi maupun dukungan operasi. Karena itu, sebagai konsekuensinya, kesiapan operasional satuan dan personel merupakan hal mutlak yang harus dilakukan untuk mencapai keberhasilan di setiap misi yang diemban Lanud Silas Papare,” sambungnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap 23 Pati TNI AD yang Dimutasi Panglima TNI

Sebagai perpanjangan tangan dari tugas dan tanggung jawab yang diemban Koopsud III untuk wilayah timur Indonesia, Lanud Silas Papare tidak hanya memiliki nilai strategis dalam bidang pertahanan.

Menurut Marsma TNI Donald, nilai strategis lainnya dari lanud ini adalah peran mereka dalam membantu tugas pemerintah daerah untuk menyejahterakan masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.