Alih Jabatan, Skadron Udara 5 Kini Dipimpin Komandan Baru

Jakarta, IDM – Jabatan Komandan Skadron Udara 5 kini telah resmi diemban oleh Letkol Pnb Handyka Pramahendarta usai upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin langsung Komandan Grup 4 Khusus Marsma TNI I Ketut Adiyasa di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (2/4).
Home base untuk pesawat intai Boeing 737-200 tersebut sebelumnya dipimpin oleh seorang perwira menengah (Pamen) TNI Angkatan Udara (TNI AU), Letkol Pnb Reza Alkautsar.
Serah terima jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI Angkatan Udara dalam rangka pembinaan personel serta penyegaran kepemimpinan guna meningkatkan kinerja satuan.
Baca Juga: Wakasau Tinjau Kesiapan Sistem Keamanan di Lanud Roesmin Nurjadin
Dalam amanatnya, Komandan Grup 4 Khusus berpesan agar Letkol Pnb Handyka dapat terus melanjutkan serta meningkatkan capaian yang telah dirintis oleh Komandan Skadron Udara 5 sebelumnya.

“Skadron Udara 5 harus mampu meningkatkan profesionalisme serta integritas yang tinggi agar mampu menghadapi tantangan tugas di masa depan,” ungkap Marsma TNI I Ketut, dikutip dari unggahan Instagram @grup_4_khusus, Jumat (3/4).
Kemudian, apresiasi dan penghargaan diberikan oleh Komandan Grup 4 Khusus kepada Letkol Pnb Reza atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian selama menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 5.
Baca Juga: Panglima Tentera Malaysia Kunjungi Menhan Sjafrie dan Panglima TNI, Bahas Keamanan Kawasan
“Pengalaman dan prestasi yang telah diraih dapat menjadi bekal berharga dalam penugasan selanjutnya,” pungkas I Ketut.
Skadron Udara 5 merupakan salah satu satuan strategis TNI Angkatan Udara yang berlokasi di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Dengan pesawat Boeing 737-200, Skadron Udara 5 menjalankan berbagai tugas, mulai dari Operasi Udara Intelijen Pengamatan dan Pengintaian (OUIPP) hingga misi khusus. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































