Alasan TNI Alihkan Tank Boat Antasena dari AD ke AL

Jakarta, IDM – TNI melakukan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan wilayah perairan Indonesia. Satu unit alutsista canggih, tank boat Antasena, resmi dialihkan dari TNI AD ke TNI AL.
Serah terima dilakukan dari Pusat Pembekalan dan Angkutan Angkatan Darat (Pusbekangad) ke Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III di Jakarta, Selasa (20/1).
Lantas, apa alasan utama alutsista 'gahar' ini dipindah tangan?
Baca Juga: Respons Krisis Air di Aceh, TNI AD Akan Bangun 105 Sumur Bor
Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog KSAL) Laksamana Muda Mulyatna, menjelaskan pengalihan ini murni demi efektivitas operasi. Antasena dinilai akan lebih maksimal jika dioperasikan oleh matra laut sesuai dengan karakteristik medan tempurnya.
"Keputusan pengalihan unit Antasena dari TNI AD ke TNI AL dilakukan guna meningkatkan efektivitas pengoperasian alutsista sesuai dengan fungsi dan karakteristik medan operasinya," jelas Mulyatna, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral III, Rabu (21/1).
Menurut Mulyatna, tank boat Antasena dirancang khusus untuk beroperasi di medan yang menantang seperti perairan dangkal, sungai, dan wilayah pesisir. Kemampuan ini sangat dibutuhkan TNI AL untuk operasi jarak dekat.
"Fungsi utama tank boat Antasena adalah sebagai unsur bantuan pertempuran jarak dekat di perairan," tegasnya.
Sebelum resmi masuk jajaran TNI AL, alutsista buatan anak bangsa dari PT Lundin Industry Invest ini sudah teruji ketangguhannya. Antasena bahkan sempat tampil memukau dalam sailing pass HUT ke-80 TNI di Teluk Jakarta.
Baca Juga: KSAU Tekankan Penguatan Tata Kelola Organisasi TNI Angkatan Udara
Terpisah, Komandan Kodaeral III Laksamana Muda Uki Prasetia menyambut positif kehadiran 'monster' pesisir ini. Ia menegaskan, amanah ini akan dijaga sebaik mungkin.
"Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan tank boat Antasena, baik dari sisi pengoperasian taktis maupun pemeliharaan dan perawatannya. Alutsista ini merupakan aset negara yang sangat berharga," ujar Uki.
Uki juga memastikan koordinasi lintas satuan terus berjalan agar pergeseran fisik Antasena ke markas barunya berlangsung aman. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































