Alasan HMAS Toowoomba Mulai Misi Keamanan Indo-Pasifik 2026 dari Jakarta

Jakarta, IDM – Kapal perang fregat Angkatan Laut Australia, HMAS Toowoomba (156), merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (3/2). Australia sengaja memilih Jakarta sebagai pemberhentian internasional pertama untuk membuka misi keamanan kawasan tahun ini.
Komandan HMAS Toowoomba, Letkol Alicia Harrison, menegaskan Jakarta menjadi prioritas utama karena posisi Indonesia sebagai mitra paling penting di Asia Tenggara. Menurutnya, stabilitas kawasan Indo-Pasifik sangat bergantung pada kerja sama kedua negara.
"Indonesia adalah tetangga terdekat sekaligus mitra terpenting kami. Kita berbagi salah satu perbatasan laut terpanjang di dunia, itulah mengapa angkatan laut kedua negara harus terus mempererat kemitraan maritim," ujar Alicia.
Baca Juga: Satgas Gulbencal TNI Rampungkan Jembatan Bailey di Aceh, Hubungkan Aceh Utara-Bener Meriah-Takengon
Misi bertajuk Regional Presence Deployment ini bertujuan menjaga keamanan perairan melalui kehadiran kapal perang secara berkelanjutan. Australia memandang kolaborasi dengan TNI AL sebagai kunci utama untuk memastikan hukum internasional tetap dihormati di kawasan.
Tiga Hari di Jakarta
Kapal perang ini dijadwalkan bersandar di Jakarta selama tiga hari. Selama waktu tersebut, para awak kapal akan mengikuti serangkaian agenda padat untuk memperkuat hubungan persaudaraan dengan personel TNI AL.
Asisten Operasi Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Asops Dankodaeral III), Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, menyebut pihaknya telah menyiapkan berbagai kegiatan penyambutan.
"Kami telah mengoordinasikan sejumlah agenda, mulai dari kunjungan kehormatan, jamuan makan malam, olahraga bersama, hingga kesempatan bagi masyarakat untuk berkunjung ke atas kapal (open ship)" jelas Boy.
Baca Juga: Diakui PBB! KRI SIM-367 jadi Kapal ‘Istimewa’ yang Dipertahankan di Lebanon
Spesifikasi HMAS Toowoomba
HMAS Toowoomba merupakan kapal fregat kelas Anzac yang memiliki spesifikasi tempur jarak jauh. Kapal seberat 3.600 ton ini mengusung teknologi radar pemindai terbaru dan sistem pertahanan rudal anti-kapal yang telah dimodernisasi.
Persenjataan utamanya meliputi rudal pertahanan udara dan rudal Harpoon untuk menyerang sasaran di permukaan laut. Kapal sepanjang 118 meter ini juga mengangkut satu unit helikopter MH-60R Seahawk yang berfungsi untuk melakukan pengintaian serta perburuan kapal selam.
Setelah menyelesaikan agenda di Jakarta, HMAS Toowoomba akan melanjutkan pelayaran menuju wilayah Asia Selatan dan Asia Timur untuk melanjutkan misi diplomasi pertahanan mereka. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































