AL Singapura Bawa Kapal Latih Multifungsi MV Mentor ke Jakarta

Jakarta, IDM – Kapal latih multifungsi milik Angkatan Laut Singapura (RSN), MV Mentor, merapat di dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (9/11). Kunjungan ini memberi kesempatan bagi publik untuk melihat langsung kapal yang kini menjadi wahana latihan utama RSN menggantikan MV Avatar.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III Laksamana Pertama Uki Prasetia mengatakan, kehadiran MV Mentor bukan sekadar kunjungan kehormatan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis antara Singapura dan Indonesia di bidang kemaritiman.
“Kunjungan ini selain meningkatkan hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan Singapura, juga mempererat semangat persaudaraan antarangkatan laut dan memperkuat kerja sama, khususnya antara Angkatan Laut Singapura dengan TNI AL” ujar Uki, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral III, Senin (10/11).
Baca Juga: Kapal Baru TNI AL jadi Saksi Tabur Bunga Hari Pahlawan, Keluarga Pejuang Ikut Berlayar
Kapal Latih Serbaguna Teranyar Singapura
MV Mentor merupakan kapal latih multifungsi terbaru Angkatan Laut Singapura yang dioperasikan sejak Mei 2024. Kapal ini sejatinya merupakan kapal kargo jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) yang dibangun oleh galangan kapal Flensburger Schiffbau-Gesellschaft, Jerman, pada 2003. Pemerintah Singapura kemudian menyewa kapal ini dalam jangka panjang dan memodifikasinya menjadi wahana latihan modern menggantikan MV Avatar, kapal pelatihan sebelumnya yang masa sewanya berakhir pada 2023.
Dengan panjang 193 meter, lebar 26 meter, dan bobot benaman sekitar 23.235 ton, MV Mentor dirancang untuk mendukung berbagai misi pelatihan, mulai dari navigasi, latihan anjungan, hingga operasi laut jarak jauh. Kapal ini memiliki kecepatan maksimum 21 knot dan kecepatan jelajah 14 knot, serta dilengkapi tiga dek kargo yang dapat diakses melalui ramp samping dan belakang, memungkinkan pengangkutan peralatan besar atau kendaraan tempur dalam misi latihan dan logistik.
Setelah resmi beroperasi, MV Mentor menjadi platform utama bagi pelatihan prajurit aktif maupun cadangan RSN. Kapal ini digunakan untuk mendukung pelatihan pengawasan anjungan, komunikasi, navigasi, serta simulasi operasi laut terpadu. Selain itu, MV Mentor juga berfungsi sebagai kapal bantu logistik dan pendukung operasi maritim, termasuk keterlibatannya dalam latihan gabungan antara Angkatan Laut Singapura dan India (Simbex 2025) yang digelar pada Juli–Agustus.
Baca Juga: Kunjungi Panen Raya di Lanud El Tari, Kaskoopsudnas Sebut bisa Perkuat Logistik TNI AU
Agenda di Jakarta dan Rute Kawasan
Uki menyampaikan bahwa kunjungan MV Mentor ke Jakarta memiliki sejumlah agenda penting, seperti agenda courtesy call ke pejabat TNI AL hingga menggelar open ship.
“Kedatangan kapal MV Mentor tersebut juga dilaksanakan dalam rangka kunjungan kehormatan dan pembukaan kapal untuk warga negara Singapura yang ada di Jakarta. Selain itu, mereka juga akan melaksanakan kegiatan lain yang telah dikoordinasikan oleh Kedutaan Besar Singapura dengan TNI AL” ungkapnya.
Sebelum tiba di Indonesia, MV Mentor berlayar dari Singapura melalui Selat Singapura menuju Jakarta. Dalam beberapa bulan terakhir, kapal ini juga sempat terlibat dalam latihan kawasan Asia Selatan sebagai bagian dari kerja sama maritim regional. Kapal ini diketahui memiliki fleksibilitas tinggi untuk beroperasi di berbagai pelabuhan kawasan sebagai bagian dari program latihan internasional Angkatan Laut Singapura. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































