Aksi Sukhoi Skadron Udara 11 Paksa Pesawat Asing Mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin

Jakarta, IDM – Lanud Sultan Hasanuddin menggelar simulasi force down pesawat asing sebagai bagian dari manuver lapangan Latihan Kesiapsiagaan Operasi Koopsudnas TA 2025 pada Kamis (20/11).
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menegaskan, latihan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan unsur pertahanan udara dalam merespons ancaman terhadap kedaulatan nasional.
“Latihan ini untuk menguji kesiapan, koordinasi dan kecepatan respons seluruh unsur dalam penindakan pasca force down,” turut Arifaini dikutip dari keterangan Penerangan Lanud Sulatan Hasanuddin dalam Instagram @lanudsultanhasanuddin, Jumat (21/11).
Baca Juga: TNI AL Pastikan Sistem Informasi Maritim MSALI Bisa Digunakan Matra Lain
Selain itu, latihan yang sama juga diharapkan dapat meningkatkan interoperabilitas serta kemampuan unsur-unsur Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Wilayah Udara (Opsgakkumpamwilud).
Simulasi melibatkan dua pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 dari Skadron Udara 11, di mana diskenariokan terdapat pesawat asing jenis Lasa X yang terdeteksi memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin melintas.

Merespons kondisi tersebut, Komando Atas memberi instruksi kepada dua pesawat tempur Sukhoi untuk scramble dan melakukan intercept (penghadangan). Sukhoi berhasil mengarahkan pesawat asing tersebut untuk mendarat di apron base ops Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.
Baca Juga: Aster KSAU Tinjau Dapur SPPG Lanud Atang Sendjaja, Pastikan Layanan Pemenuhan Gizi Berjalan Optimal
“Setelah pesawat berhasil diturunkan, unsur Lanud Sultan Hasanuddin langsung melakukan penindakan pasca force down. Personel Korpasgat memasuki pesawat untuk mengamankan awak dan kabin dari kemungkinan benda berbahaya,” jelas Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin.
Langkah tersebut dilanjutkan dengan pemeriksaan atau screening awal terhadap penumpang dan barang bawaan oleh Tim Satpom, Intelpam, serta tim dari beberapa kementerian dan lembaga terkait.
Seluruh awak dan penumpang kemudian dibawa ke crisis center untuk pemeriksaan lanjutan. Dugaan pelanggaran wilayah udara akan diproses oleh penyidik TNI AU hingga tahap pelimpahan berkas perkara. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































