Aksi Personel Lanud Sultan Hasanuddin dalam Simulasi Force Down Pesawat Asing

Jakarta, IDM - Personel Lanud Sultan Hasanuddin (HND) Makassar mengikuti Latihan Sriti Gesit 2024 pada beberapa waktu lalu, di mana salah satu materinya adalah simulasi penanganan force down.
" Force down ini dilaksanakan apabila terdapat pesawat asing yang melintasi wilayah udara nasional Indonesia tanpa izin yang lengkap. Sesuai dengan aturan, maka pesawat asing itu harus meninggalkan wilayah Indonesia," tulis TNI AU.
Baca Juga: KSAD Buka Peluang Putra Maluku Jadi Prajurit TNI AD
Dalam simulasi penanganan force down kali ini, Lanud Sultan Hasanuddin mengerahkan 2 jenis pesawat, yaitu pesawat tempur Sukhoi 27/30 dari Skadron Udara 11, sementara pesawat Boeing 737-200 berasal dari Skadron Udara 5.

Dilansir dari keterangan Lanud Sultan Hasanuddin dalam instagram @lanudsultanhasanuddin, Minggu (11/2), latihan simulasi force down diawali dengan identifikasi pesawat asing (diperankan oleh Boeing 737-200) yang telah memasuki wilayah udara nasional tanpa izin, karena tidak memiliki flight cleareance dan security cleareance.
Merespons hal itu, Lanud Sultan Hasanuddin kemudian mengerahkan pesawat tempur Sukhoi 27/30 untuk melakukan force down lantaran pesawat asing itu tidak mengindahkan imbauan untuk meninggalkan wilayah Indonesia.
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Pasukan Elite Satbravo 90 Kopasgat Gelar Latihan Fastrope
Setelah pesawat asing itu mendarat darurat, langkah selanjutnya adalah pengamanan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh Satpom Lanud Sultan Hasanuddin serta prajurit Kopasgat.
Selanjutnya, personel intelijen melakukan wawancara (interogasi) sebagai langkah pengamanan lanjutan, di mana hasilnya nanti akan ditindaklanjuti oleh komando atas. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































