HANKAM

Aksi Pasukan Khusus Taifib Marinir Tembus Laut Ancol lewat Renang Tempur!

Prajurit Denipam 1 Marinir
Aksi prajurit Denipam 1 Marinir membidikkan senjata saat menggelar latihan renang tempur di Pantai Jimbaran, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (30/7). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Pasukan khusus Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam) 1 Marinir menerjang gelombang laut Ancol, Jakarta Utara, Kamis (30/7). Prajurit elite Korps Baret Ungu tersebut menggelar latihan renang tempur formasi untuk mempertajam taktik infiltrasi bawah air menuju wilayah musuh.

Para prajurit bergerak menembus laut lepas Pantai Jimbaran tanpa suara. Gemblengan ini mengasah daya tahan fisik sekaligus menyinkronkan pergerakan tim saat melancarkan infiltrasi laut, yakni teknik penyusupan senyap ke wilayah lawan melalui jalur perairan.

Baca Juga: Satlap Tri Cakti dan Intel Korem 045/Garuda Jaya Gagalkan Penyelundupan 7,9 Ton Bijih Timah Senilai Rp6,74 Miliar

Dalam renang tempur formasi, seluruh elemen tim wajib menjaga barisan khusus, mengatur irama kayuhan kaki, dan mengunci jarak antarpersonel di bawah permukaan air. Taktik ini memastikan seluruh regu penyerbu mendarat di pantai sasaran secara serentak tanpa terdeteksi radar maupun pengawas pantai lawan.

Komandan Denipam 1 Marinir Letkol (Mar) Aris Moko menegaskan latihan ini bertujuan menempa kesiapsiagaan tempur prajurit dalam menghadapi berbagai medan tugas perairan.

Prajurit Denipam 1 Marinir
Formasi rapi prajurit elit Denipam 1 Marinir saat bergerak menembus laut lepas Pantai Ancol dari udara. (Foto: Dok. Pasmar 1)

"Latihan ini merupakan bagian dari upaya satuan untuk mempertajam kemampuan prajurit agar selalu siap menghadapi berbagai tantangan tugas terutama operasi di daerah perairan," ujar Aris, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Jumat (31/7).

Selama menyusur laut, para perenang elite menerapkan sistem komunikasi ketiadaan suara (silent signal) melalui isyarat tangan dan ketukan khusus di bawah air. Setiap personel memenjara suara saat membelah arus laut demi menjaga kerahasiaan posisi pasukan.

Prajurit Denipam 1 Marinir
Sejumlah prajurit Denipam 1 Marinir melakukan pendaratan senyap menuju bibir Pantai Jimbaran, Ancol. (Foto: Dok. Pasmar 1)

Aris menambahkan latihan berkesinambungan ini memelihara kedisiplinan dan jiwa korsa prajurit Intai Amfibi saat menjalankan misi berisiko tinggi.

Baca Juga: Kapten Czi Soya A. Prasetyo Resmi Pegang Komando Pasukan Khusus Nuklir TNI AD

"Kegiatan ini menjadi komitmen Denipam 1 Marinir dalam membina prajurit yang disiplin, tangguh dan profesional, serta siap melaksanakan tugas demi mendukung keberhasilan Korps Marinir dan TNI AL," pungkas Aris.

Penggemblengan rutin di perairan Ancol ini memastikan prajurit Intai Amfibi Marinir selalu siap menjalankan operasi tempur amfibi (amphibious warfare), yaitu serangan militer terintegrasi dari laut ke darat untuk merebut posisi strategis lawan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.