Aksi Nekat 9 Prajurit TNI AD Sita Senpi Ilegal Berbuah Penghargaan

Jakarta, IDM – Bertaruh nyawa demi mengamankan senjata api ilegal bukan perkara mudah. Namun, aksi nekat dan penuh risiko yang ditunjukkan oleh sembilan prajurit TNI AD dari jajaran Kodam XV/Pattimura ini justru berbuah penghargaan bergengsi.
Dilansir dari keterangan Penkodam XV/Pattimura, Selasa (30/6), Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto secara khusus memberikan apresiasi tertinggi atas keberhasilan ini.
Baca Juga: Kolonel Marinir Ini Bedah Taktik Kontra-Terorisme ASEAN di Forum Pertahanan Beijing
"Pencapaian luar biasa ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijaga serta diharapkan mampu menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi prajurit-prajurit lainnya untuk terus memberikan yang terbaik," kata Dody.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa apa yang telah ditunjukkan oleh kesembilan prajurit tersebut merupakan manifestasi nyata dari bentuk pengabdian dan pengorbanan tanpa batas kepada institusi, masyarakat, serta tanah air. Ia pun mengajak seluruh personel Kodam XV/Pattimura untuk bersama-sama membangun budaya prestasi di lingkungan kerja dan selalu berupaya menjadi prajurit yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.
Baca Juga: PORAU 2026, KSAU Ungkap Pentingnya Pembinaan Olahraga untuk Tingkatkan Kualitas SDM TNI AU
"Saya minta seluruh jajaran terus mengasah kemampuan dan mentalitasnya, untuk senantiasa menjadi prajurit petarung prima yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga menjadi sosok yang dapat dibanggakan oleh keluarga, satuan, serta bangsa dan negara," tutup Dody.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































