HANKAM

Aksi Memukau Para Srikandi TNI AD: Tiarap dan Membidik Jarak 100 Meter tanpa Ragu!

Srikandi TNI AD
Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) Semester II Pusdikkowad yang digelar di Lapangan Tembak Secaba Bihbul Rindam III/Siliwangi. (Foto: Dok. Pusdikowad).

Jakarta, IDM – Aksi memukau ditunjukan para Srikandi TNI Angkatan Darat. Tanpa ragu para prajurit Pusdikkowad Kodiklatad ini sukses melatih ketangkasan dalam Kegiatan Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) Semester II yang digelar di Lapangan Tembak Secaba Bihbul Rindam III/Siliwangi.

Dilansir dari keterangan Penpusdikkowad, Sabtu (29/8), dalam latihan tersebut, aksi menembak tiarap menjadi salah satu fokus utama materi menembak senapan laras panjang dengan jarak target 100 meter. Selain sikap tiarap, para prajurit wanita ini juga diuji ketepatan bidikannya menggunakan sikap duduk dan berdiri. Termasuk kemampuan menembak senjata laras pendek (pistol) jarak 20 meter dengan sikap berdiri dua tangan turut diasah sesuai standar yang ditetapkan.

Baca Juga: 50 Prajurit Lanud Dhomber Dikerahkan untuk Kendalikan Kebakaran Lahan

Komandan Pusat Pendidikan Korps Wanita Angkatan Darat (Danpusdikkowad) Kodiklatad, Kolonel Cku (K) Fitri Anggraeny selaku Pimpinan Umum Latihan (Pimpumlat), menekankan pentingnya disiplin serta pengamanan maksimal selama kegiatan berlangsung.

Srikandi TNI AD
(Foto: Dok. Pusdikowad)

"Laksanakan kegiatan ini dengan penuh semangat, sungguh-sungguh, dan tetap menjaga faktor keamanan. Ikuti arahan pelatih dan jadikan kegiatan Latbakjatri ini sebagai acuan untuk mengetahui kemampuan kita apakah meningkat dari semester sebelumnya," tegas Fitri.

Srikandi TNI AD
(Foto: Dok. Pusdikowad)

Baca Juga: Ini Pesan Khusus Wakil KSAD untuk Prajurit TP Generasi Pertama

Ia juga menambahkan bahwa konsistensi latihan merupakan esensi utama profesionalisme seorang militer. "Sebagai seorang prajurit, latihan yang konsisten dan persisten adalah kunci utama, karena kesejahteraan yang paling hakiki bagi prajurit adalah latihan," lanjutnya.

Seluruh rangkaian latihan menembak ini dapat diselesaikan dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini sekaligus membuktikan semangat pantang menyerah serta profesionalisme personel Pusdikkowad sesuai seloka yang mereka pegang teguh: “Kami Bukan Prajurit Hebat, Tapi Kami Prajurit Terlatih.”

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.