Aksi Marinir Indonesia dan Amerika Evakuasi Korban Tempur di Hutan Lampung

Jakarta, IDM – Aksi penyelamatan medis darurat mewarnai latihan bersama prajurit Korps Marinir Indonesia dan Amerika Serikat (USMC) di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Kamis (13/8). Pasukan kedua negara mempraktikkan prosedur perawatan korban tempur (Tactical Combat Casualty Care/TCCC) untuk menangani prajurit yang terluka parah di medan operasi.
Dalam simulasi tersebut, prajurit membedah skenario penyelamatan korban di bawah ancaman kontak senjata. Pasukan berlatih memasang pembalut darurat, menyetop pendarahan hebat, hingga mengangkut korban keluar dari area pertempuran menuju pos evakuasi aman.
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana menjelaskan, materi TCCC melatih kesigapan mental dan pertolongan pertama prajurit saat bertugas di garis depan.
Baca Juga: Marinir RI dan AS Adu Taktik Drone hingga Perang Kota di Lampung
"Materi ini menjadi bagian penting dalam membentuk prajurit yang mampu memberikan pertolongan medis secara cepat dan tepat ketika terjadi korban dalam situasi operasi," kata Rana dalam keterangannya, Jumat (14/8).
Rana menambahkan, prajurit diuji untuk tetap tenang mengambil keputusan medis di bawah situasi genting.

"Prajurit dituntut mampu memberikan tindakan pertolongan pertama, menentukan prioritas penanganan korban, serta mengambil keputusan dalam waktu singkat di tengah tekanan situasi operasi," tuturnya.
Menurut Rana, pertukaran materi penanganan medis ini sekaligus memperkuat interoperabilitas kedua pasukan saat menjalankan misi darat bersama.
Baca Juga: 169 Prajurit Marinir RI dan AS Latihan Tempur di Lampung
"Pertukaran pengalaman antara Marinir TNI AL dan USMC semakin memperkuat kemampuan medis tempur sebagai bagian penting dalam mendukung keselamatan dan keberhasilan tugas di medan operasi," ujar Rana.
Sebanyak 169 personel terlibat dalam agenda ini, mencakup 109 prajurit Batalion Infanteri 7 Marinir dan 60 personel USMC dari Gugus Tugas Marinir Rotasi Darwin (MRF-D 26). Komandan Batalion Infanteri 7 Marinir Letkol (Mar) Muhammad Kristian Widiantoro memimpin langsung jalannya latihan selaku komandan satuan tugas Platex 2026.
Latihan medis tempur ini merupakan rangkaian dari latihan bersama Platoon Exchange (Platex) 2026 yang berlangsung pada 12-28 Agustus. Selain materi penyelamatan korban, prajurit juga menguji integrasi wahana udara nirawak (sUAS), menembak tepat, operasi tempur kota, hingga kemampuan bertahan hidup (survival) di belantara rimba.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































