Aksi Marinir di Sukabumi: Siang Kepung Rumah, Malam Sergap Musuh, hingga Operasi Udara

Jakarta, IDM – Prajurit Batalion Infanteri (Yonif) 2 Marinir kini tengah beraksi di belantara Jampang Tengah, Sukabumi. Mereka melakoni rangkaian latihan tempur triwulan I tahun 2026 yang meliputi operasi pengepungan rumah hingga penyergapan malam hari.
Aksi para petarung ini berlangsung di Pusat Latihan Pertempuran Marinir Antralina, sejak Jumat (13/2). Pasukan memulai aksi dengan materi pengepungan penggeledahan rumah pada Sabtu siang. Seluruh prajurit bergerak taktis mengepung sasaran dan melakukan penggeledahan bangunan sesuai prosedur operasi standar.
Baca Juga: Dibantu Pesawat MRTT Milik RSAF, Jet Tempur F-16 TNI AU Latihan Isi Bahan Bakar di Udara

Pada Jumat malam, para prajurit menembus kegelapan hutan untuk mempraktikkan materi Ambush atau penyergapan. Mereka memanfaatkan kondisi minim cahaya dan kontur alam sebagai perlindungan untuk melancarkan serangan kejutan secara terorganisir. Latihan malam ini menguji kepekaan situasi serta komunikasi efektif antartim dalam kondisi ekstrem.
Memasuki Minggu (15/2), Yonif 2 Marinir lanjut mengaplikasikan materi kerja sama pesawat udara. Prajurit mempraktikkan prosedur komunikasi darat-udara, penentuan titik pendaratan (landing zone), hingga teknik evakuasi medis udara (medical evacuation) menggunakan helikopter TNI AL. Sinergi ini bertujuan mematangkan koordinasi antara pasukan darat dan unsur udara dalam operasi modern.
Baca Juga: Laut Bangka Belitung Memanas! KRI Brawijaya Pimpin Iring-iringan Kapal Perang TNI AL
Komandan Batalion Infanteri 2 Marinir Letkol (Mar) Helilintar Setiojoyo Laksono, memimpin langsung jalannya latihan tersebut. Ia menegaskan, rangkaian kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menjaga kesiapan tempur setiap prajurit Korps Marinir.

"Latihan tempur triwulan I tahun 2026 ini merupakan bagian penting dalam menjaga kemampuan dasar prajurit agar tetap terpelihara. Latihan ini adalah bentuk kesiapan kita sebagai prajurit Korps Marinir," tegas Helilintar, dikutip dari keterangan Pasmar 1.
Hingga saat ini, seluruh rangkaian kegiatan masih berjalan dengan tertib dan lancar. Tim pelatih terus melakukan evaluasi pada setiap tahap untuk memastikan seluruh prajurit memahami serta terampil mengaplikasikan materi tempur yang mereka terima. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































