Aksi Kodim 1708/BN, Terjun ke Laut Bersihkan Sampah Plastik

Jakarta, IDM - Berkolaborasi dengan komunitas Biak Divers Community, Kodim 1708/BN terjun ke laut membersihkan sampah plastik di Pantai Nirmala dan Dermaga BMJ, Jl. Sorido No.26, Kampung Samau.
Baca Juga: KSAD Pimpin Sertijab Danseskoad

Dilansir dari keterangan Penerangan Kodam XIII/Cendrawasih, Sabtu, (3/2) kegiatan ini merupakan lanjutan dari aksi Grebek Sampah yang di gagas oleh Komandan Kodim 1708/BN Letkol Inf Marsen Sinaga bersama Dinas Lingkungan hidup dan Forum Komunitas.

"Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan sampah plastik dan botol kaca yang ada di dasar laut untuk menjaga ekosistem yang ada dibawah laut,” kata Dandim 1708/BN Letkol Inf Marsen Sinaga.
Baca Juga: Helikopter Panther TNI AL Pertajam Kualifikasi Ship Board Operation di KRI Makassar-590
"Kami berkolaborasi dengan komunitas Divers Community yang merupakan komunitas Diving yang ada di Kabupaten Biak Numfor. Komunitas ini dibentuk bukan untuk sekedar bersenang-senang dengan menyelam, tetapi juga aktif sebagai aktivis lingkungan yang konsisten menjaga laut Indonesia dari kerusakan," tambah Dandim. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































