HANKAM

Aksi Heroik Prajurit TNI AD: Sergap Penyandera dari Belakang, Balita 3 Tahun Selamat!

Aksi penyelamatan
Aksi penyelamatan dua prajurit TNI AD di Konawe, Sulawesi Tenggara. (Foto: Dok. Kodam XIV/Hasanuddin)

Jakarta, IDM – Sebuah aksi heroik ditunjukkan dua prajurit TNI AD di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Layaknya film laga, keduanya menggunakan strategi senyap lewat pintu samping, dan berhasil menyergap seorang pria yang nekat menyandera serta menodongkan pisau ke leher seorang balita perempuan berusia tiga tahun, Rabu (1/7).

Dilansir dari keterangan Penkodam XIV/Hasanuddin, kedua prajurit tersebut adalah Sertu Yusman dan Kopda Laode Ilfan, personel Koramil 1417-07/Sampara, jajaran Kodim 1417/Kendari.

Komandan Kodim 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny Girsang, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat sejumlah warga berteriak meminta pertolongan di depan Koramil 1417-07/Sampara. Mendengar teriakan tersebut, personel piket Koramil segera keluar untuk melihat situasi. Anggota Polsek Sampara yang juga berada di lokasi berupaya melakukan negosiasi dan membujuk pelaku agar melepaskan korban.

Baca Juga: Waspadai Campur Tangan Eksternal di ASEAN soal Laut China Selatan

"Pelaku menolak permintaan tersebut dan meminta disiapkan kendaraan untuk meninggalkan lokasi. Melihat situasi yang belum memungkinkan, Sertu Yusman kemudian menginstruksikan Kopda Laode Ilfan untuk masuk ke dalam kantor Koramil dan keluar melalui pintu samping guna mencari posisi yang tepat untuk melakukan penyergapan dari belakang," ungkap Danny.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sesuai permintaan pelaku, sekitar pukul 08.45 Wita, salah seorang anggota keluarga pelaku datang membawa sepeda motor. Ketika pelaku hendak menaiki kendaraan dan dalam kondisi lengah, Kopda Laode Ilfan dengan sigap melakukan penyergapan dari arah belakang dan berhasil menarik balita dari gendongan pelaku. Aksi cepat tersebut membuat korban berhasil diselamatkan.

"Secara bersamaan, anggota Polsek Sampara bersama warga langsung mengamankan pelaku hingga akhirnya berhasil dilumpuhkan tanpa menimbulkan korban jiwa," jelas Danny.

Baca Juga: KSAU Resmikan RSAU Prof. dr. Abdulrachman Saleh, Tekankan Pentingnya Sistem Kesehatan Andal bagi Kesiapan Operasi

Usai diselamatkan, balita tersebut mengalami syok dan menangis akibat peristiwa yang dialaminya. Setelah dipastikan dalam kondisi aman, korban diserahkan kembali kepada pihak keluarganya. Sementara itu, pelaku diamankan di Mapolsek Sampara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Aksi cepat, keberanian, dan ketepatan personel Koramil 1417-07/Sampara menjadi bukti nyata profesionalisme prajurit TNI dalam melindungi masyarakat. Melalui tindakan yang terukur dan sinergi bersama Polri serta warga, penyelamatan korban berhasil dilakukan tanpa menimbulkan korban jiwa.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.