HANKAM

Aksi Drone Kamikaze di HUT ke-79 TNI, Lincah Bermanuver Tak Berhenti Kejar Musuh

Demonstrasi Tactical Drone
Demonstrasi Tactical Drone pada Operasi Pengamanan VVIP Republik Indonesia di HUT ke-79 TNI di Monas, Sabtu, (5/10). (Foto: YouTobe Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Aksi memukau ditampilkan drone Kamikaze saat demontrasi pengamanan VVIP momentum perayaan HUT ke-79 TNI di Monas, Sabtu, (5/10). Drone Kamikaze ini berkolaborasi dengan beberapa drone lainnya yaitu drone Copter dan drone HWDS.

Terlihat dalam demontrasi dimulai dengan simulasi rangkaian VVIP melaksanakan perjalanan dan dihadang sekelompok musuh yang cukup kuat. Melihat ini 2 unit drone Copter langsung antisipasi. Drone ini bergerak aktif di atas ketinggian melaksanakan tugas surveillance untuk memantau area yang luas secara real-time.

Selanjutnya 1 unit drone tembak HWDS mengejar dan akan mengikat tembakan terhadap personel musuh. "Drone ini didesain aerodinamis dan teknologi canggih," ujar pembawa acara dalam demontrasi tersebut.

Baca Juga: Peringati HUT ke-79 TNI, Lanud Adi Soemarmo Bagikan Makan Gratis

Berikutnya 1 unit drone Kamikaze yang mengeluarkan smoke berwarna hijau akan melakukan dropping bom terhadap mobil musuh dan terlihat mobil musuhpun berhasil diledakkan. Setelah itu drone ini langsung terbang dan meluncur dengan sangat lincah, mengejar musuh dan siap menciptakan peledakan berikutnya.

Tampak drone Kamikaze bermanuver dan terus mengikuti musuh dengan presisi yang luar biasa, kecepatan yang mengagumkan dan ketangkasan yang tak tertandingi.

"Drone Kamikaze memberikan keunggulan strategis yang signifikan dalam mengatasi setiap perlawanan yang ada," kata pembawa acara lagi.

Baca Juga: KRI Bima Suci Ikuti “Passing Exercise” Bersama Kapal Destroyer JS Murasame

Setelah aksi drone Kamikaze, armada drone yang lain pun muncul dari kanan dan kiri total ada 50 drone yang turut mengamankan VVIP tersebut.

Dalam simulasi ini ditampilkan juga rantis Maung yang menggunakan senjata anti-drone buatan PT. Pindad. Tugasnya menghalau drone-drone musuh yang juga ikut menyerang.

"Senjata anti drone ini dirancang khusus untuk menghadapi dan menghancurkan drone musuh yang akan menyerang. Dengan keterampilan tinggi, tim pengamanan berhasil melumpuhkan drone musuh. Senjata anti-drone ini bekerja dengan presisi tinggi menargetkan dan menetralkan ancaman dengan efisiensi maksimal," jelas pembawa acara. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.