Aksi Combat Air Patrol Pesawat Tempur F-16 dalam Pengamanan KTT ASEAN 2023

Jakarta, IDM - Satu unit pesawat tempur F-16 Fighting Falcon melakukan Combat Air Patrol (CAP) di bagian selatan pulau Bali dan wilayah selatan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/5).
Misi ini dilakukan untuk memastikan situasi pengamanan udara KTT ASEAN 2023 dapat terselenggara dengan aman dan kondusif.
Pesawat asal Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi tersebut bertugas sebagai unsur tempur sergap dengan jangkauan tugas di wilayah selatan dan timur. Dikutip dari keterangan TNI AU dalam instagram @militer.udara dijelaskan, misi CAP dipimpin oleh Komandan Skadron Udara 14 Mayor Pnb Anwar Sovie.

Dalam tugas pengamanan KTT ini, TNI AU dilaporkan menyiagakan satu flight F-16 di Lanud El Tari, satu flight F-16 di Lanud Iswahjudi Madiun, dan satu flight Sukhoi di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.
Baca Juga: Momen Penerbangan Perdana Pesawat Super Hercules C-130J-30 TNI AU
Selain jet tempur, TNI AU juga menyiagakan tiga unit pesawat C-130 Hercules untuk pengangkutan dan evakuasi, empat unit helikopter di Labuan Bajo, serta dua unit pesawat C-212 untuk misi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang disiagakan di wilayah Tambaloka, Kabupaten Sumba Barat Daya. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































