Aksi Cepat Yonkav Paspampres Selamatkan VVIP dari Ancaman Bersenjata

Jakarta, IDM – Sebuah aksi penyelamatan berbahaya dilakukan prajurit Batalion Kavaleri (Yonkav) Paspampres pada Kamis (3/9) lalu. Satuan yang ahli dalam pertempuran jarak dekat ini berhasil menyelamatkan tamu VVIP.
Dilansir dari keterangan PPID Paspampres, Selasa (8/9), momentum ini adalah bagian dari latihan escape VVIP menggunakan Kendaraan Taktis (Rantis). Latihan ini menjadi bagian dari upaya memelihara profesionalisme, kesiapan operasional, serta kemampuan prajurit dalam melaksanakan tugas pengamanan VVIP.
Baca Juga: Dankodaeral IX Minta Pemuda Maluku Tengah Dibina Sejak Dini Buat Masuk TNI AL
Dalam skenario latihan, VVIP dihadapkan pada ancaman bersenjata yang mengharuskan dilaksanakannya prosedur escape secara cepat, tepat dan terukur. Prajurit Yonkav Paspampres dengan sigap merespons ancaman, melakukan tindakan pengamanan hingga situasi berhasil dinetralisir. Setelah ancaman terkendali, escape VVIP dilanjutkan menuju lokasi yang lebih aman.
Yonkav Paspampres adalah satuan tempur khusus di bawah naungan Paspampres yang bertugas menyelenggarakan pengamanan fisik jarak dekat serta pengawalan protokoler bagi Presiden, Wakil Presiden, dan Tamu Negara setingkat Kepala Negara/Pemerintahan.
Sebelumnya satuan ini lebih populer dengan nama Eskadron Kavaleri Panser Paspampres (Dronkavser Paspampres). Namun, berdasarkan Peraturan Panglima TNI Nomor 25 Tahun 2024, satuan ini secara resmi divalidasi dan ditingkatkan statusnya menjadi Batalion Kavaleri (Yonkav) Paspampres.
Yonkav Paspampres menggabungkan keahlian taktis kavaleri dengan standar pengamanan tingkat tinggi untuk menghadapi berbagai potensi ancaman, mulai dari unjuk rasa hingga serangan bersenjata.
Satuan ini memiliki keahlian di bidang penyelamatan darurat (Escape VVIP) yaitu ahli dalam skenario evakuasi kilat saat VVIP terjebak dalam situasi krisis, sabotase, atau serangan bersenjata.
Baca Juga: Kekeringan di Kebumen, TNI AL Bawa 10 Ribu Liter Air Bersih ke Desa Srati
Kemudian, mahir mengendalikan kendaraan taktis lapis baja (Rantis) dan sepeda motor berat (motorcade) dalam kecepatan tinggi, kondisi darurat, serta menerobos rintangan atau blokade.
Berikutnya mahir dalam pertempuran jarak dekat yaitu menguasai teknik perkelahian tangan kosong dan pertempuran jarak dekat di dalam maupun di sekitar kendaraan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































