HANKAM

Akses Tiku Sumbar Terputus, TNI AL Bangun Jembatan Masang–Labuan untuk Salurkan Logistik

Prajurit Yonmarhanlan II Padang
Prajurit Yonmarhanlan II Padang membangun jembatan untuk akses terputus di wilayah Tiku, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Selasa (9/12). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Akses di wilayah Tiku, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, terputus akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Prajurit TNI AL dari Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II pun dikerahkan untuk membuka jalur yang lumpuh dan memastikan bantuan bisa masuk.

Puluhan personel Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) II diturunkan sebagai satgas penanggulangan bencana. Mereka bergerak ke Masang–Labuan, titik yang menjadi penghubung utama di Tiku.

“Kegiatan hari ini meliputi pembuatan jembatan darurat di daerah Masang–Labuan (Tiku) untuk membuka kembali isolasi wilayah, serta melaksanakan distribusi logistik bagi masyarakat ke kantor Walinagari Tiku V Jorong,” kata Komandan Tim Satgas, Lettu (Mar) Khaelani Alfian, dikutip dari keterangan Dispenal.

Baca Juga: Dorong Distribusi Logistik di Sumatra, TNI: Prajurit Jalan Kaki untuk Jangkau Daerah-daerah Terisolir

Tim lapangan membawa perlengkapan SAR seperti truk angkut, perahu karet, dan alat komunikasi untuk mendukung pengerjaan jembatan serta pengiriman bantuan.

“Logistik langsung diarahkan ke Tiku V Jorong untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak,” ungkapnya.

Hingga sore hari ini, situasi di lokasi terpantau aman dan personel TNI AL masih melanjutkan pemulihan akses. Kehadiran satgas diharapkan mempercepat distribusi bantuan dan mengurangi beban masyarakat.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Kunjungi Rindam XIV Hasanuddin, Tinjau Kondisi Satuan

Korban Tembus 964 Jiwa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah mencapai 964 orang hingga Selasa (9/12). Jumlah itu bertambah tiga orang dibanding sehari sebelumnya.

Dari total tersebut, 391 korban tercatat di Aceh, 338 di Sumatra Utara, dan 235 di Sumatra Barat. Sementara korban hilang berjumlah 264 orang, terdiri dari 138 di Sumatra Utara, 31 di Aceh, dan 95 di Sumatra Barat.

BNPB juga mencatat total pengungsi mencapai 894.101 orang yang tersebar di Aceh (831.124), Sumatra Utara (42.503), dan Sumatra Barat (20.474). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.