Akses Terbatas, Caracal TNI AU Angkut Satu Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan helikopter Caracal untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya wilayah dengan akses transportasi yang terbatas.
“Penggunaan transportasi udara dilakukan untuk mempercepat mobilisasi bantuan sekaligus menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit diakses melalui jalur transportasi konvensional,” ungkap Pangkodau II Marsda TNI M. Untung Suropati dikutip dari Instagram TNI AU, @militer.udara, Sabtu (22/8).
Baca Juga: Mandi Khatulistiwa, Ritual Budaya TNI AL dalam Membentuk Jati Diri dan Mental Pelaut Muda
Helikopter yang dioperasikan Skadron Udara 8 tersebut mengudara dengan total muatan satu ton bantuan kemanusiaan. Caracal lepas landas dari Bandara Komodo, Labuan Bajo menuju lokasi penyaluran bantuan di Reo, Kabupaten Manggarai, dan Pulau Palue, Jumat (21/8).

Setibanya di Reo, kru helikopter bersama personel Batalion Hanud 23 Pasgat turut mendukung proses penerimaan dan penyaluran bantuan berupa kebutuhan pangan kepada masyarakat terdampak bencana. Misi serupa kemudian dilaksanakan di Pulau Palue yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
Baca Juga: TNI Siagakan 66.510 Personel untuk Tangani Karhutla di Berbagai Titik di Indonesia
Pengerahan helikopter Caracal melengkapi dukungan TNI AU dalam mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak. Sejak awal misi kemanusiaan, TNI AU telah mengerahkan sejumlah pesawat angkut, mulai dari C-130 Hercules, C-130J Super Hercules, hingga A400M. Pesawat-pesawat tersebut telah mengangkut puluhan ton bantuan kemanusiaan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju lokasi penyaluran bantuan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































