Akses Medis Terbatas, Satgas Korpasgat Beri Pengobatan Gratis bagi Masyarakat Manggelum

Jakarta, IDM – Personel kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) memberikan pelayanan medis gratis kepada masyarakat di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digeol, Papua Selatan, Selasa (10/3).
Baca Juga: Bangun Kedekatan dengan Masyarakat, Satgas Teritorial Koops TNI Papua Baksos di Panti Asuhan
Penerangan Korpasgat menjelaskan, layanan medis gratis tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan dasar serta pengobatan ringan. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat di wilayah pedalaman yang masih memiliki keterbatasan terhadap fasilitas kesehatan maupun tenaga medis.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan kesulitan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara prajurit TNI dengan warga setempat sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat,” jelas Penerangan Korpasgat melalui unggahan Instagram @korpasgat_tniau, Selasa (10/3).
Selain menjaga keamanan Bandara Perintis Manggelum dan mendukung kelancaran aktivitas penerbangan di wilayah tersebut, kegiatan pelayanan kesehatan ini juga menjadi bentuk pengabdian prajurit Korpasgat kepada masyarakat di Distrik Manggelum. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































