Akmil Gelar Tradisi Serah Terima Genderang Suling Canka Lokananta

Magelang, IDM - Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Erwin Djatniko didampingi Wakil Gubernur Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho serta para Pejabat Distribusi Akademi Militer dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS Akademi Militer beserta pengurus, mengikuti acara Tradisi Korps serah terima Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL) bertempat di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer, Sabtu (8/7).
Acara Tradisi Korps serah terima Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL) Akademi Militer dipimpin oleh Komandan Resimen Korps Taruna (Danmenkorpstar) Akademi Militer, Sersan Mayor Dua Taruna Muhammad Afreza Nurfaizi No. Ak. 2020.016.
Kegiatan diawali serah terima Penatarama GSCL dari Sersan Mayor Dua Taruna Arsakti Putra Arman No. Ak. 2020.354 dan Sersan Mayor Dua Taruna Noel Fromiven No. Ak. 2020.219 kepada Sersan Taruna Prananda Aldi Saputra No. Ak. 2021.031 dan Sersan Taruna I Made Indra Kari Musthika No. Ak. 2021.318 selanjutnya diikuti penyerahan seluruh alat GSCL.
Baca Juga: Pesan Pangdam XII/Tpr Saat Menutup Kejuaraan Tenis Meja
Menjadi bagian dalam Genderang Suling Canka Lokananta merupakan salah satu kebanggaan dan kehormatan bagi Taruna/Taruni Akademi Militer, Tradisi serah terima ini sebagai wujud penyerahan tanggung jawab dari senior kepada Yunior untuk meneruskan estafet Genderang Suling Canka Lokananta. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































