Akhiri Pengabdian di Militer, Enam Perwira Tinggi TNI AU Purnatugas

Jakarta, IDM – Sebanyak enam perwira tinggi (Pati) memasuki masa purnatugas pada Oktober 2025 setelah mengabdi puluhan tahun dalam dinas aktif di TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Dua di antara keenam Pati itu mengakhiri masa tugas dengan pangkat Marsekal Madya (Marsdya) atau perwira bintang tiga, sementara empat lainnya berpangkat Marsekal Muda (Marsda) atau perwira bintang dua.
Baca Juga: Perkuat SDM Intelijen, Bakamla Bisa Rekrut Lulusan STIN lewat Persetujuan Kepala BIN
TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui unggahan resmi di akun Instagram @militer.udara yang dikutip Rabu (12/11), menyampaikan apresiasi serta penghormatan atas dedikasi para perwira yang telah menuntaskan masa baktinya.
Dalam unggahan yang sama, ditampilkan juga potret keenam Pati yang telah memberikan kontribusi nyata bagi satuan dan institusi TNI AU di sepanjang karier mereka.
“Selamat melanjutkan pengabdian pada bangsa dan negara di bidang lain semoga tetap sehat, tetap semangat dan sukses selalu,” tulis TNI AU melalui Instagram @militer.udara.
Baca Juga: Sesko TNI Gelar Latihan Yudha Darma, Para Pasis Susun Rancangan Kontingensi Perang Modern
Adapun nama-nama keenam perwira tinggi itu adalah Marsda TNI Hesly Paat, Marsda TNI Stevanus Ervin Suryadi, dan Marsma TNI Aminul Hakim.
Tiga perwira tinggi lainnya yakni Marsma TNI Miftahul Firdos, Marsma TNI Elvian, serta Marsma TNI Rolland Dulista Gamawan Waha. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































