HANKAM

Akhir Maret 2023 Panglima TNI Mutasi 219 Perwira, Ini Daftar Lengkapnya

Panglima TNI
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. ((IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono resmi mengeluarkan surat keputusan Panglima TNI Nomor Kep/338/III/2023 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI tertanggal 29 Maret 2023.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Panglima melakukan mutasi terhadap 219 perwira di tiga matra. Sejumlah jabatan strategis di angkatan bersenjata resmi berpindah kepemimpinan.

Baca Juga: Satgas Yonif 143/TWEJ Bantu Program Internet Masuk Kampung Terisolir di Papua

Berikut daftar lengkapnya:

  1. Laksamana Pertama Julius Widjojono menjadi Kapuspen TNI setelah sebelumnya menjabat sebagai Kadispenal yang akan berganti diisi oleh Kolonel Laut (P) I Made Wira Hady Arsanta.
  2. Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen TNI Iwan Setiawan diangkat menjadi Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura menggantikan Mayjen TNI Sulaiman Agusto. Tongkat komando baret merah selanjutnya dipegang oleh Brigjen TNI Deddy Suryadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasdam IV/Diponegoro.
  3. Mayjen Nissa Yani yang sebelumnya menjabat Aslog Panglima TNI dipromosikan menjadi Staf Khusus KSAD. Jabatan lamanya akan diisi oleh Brigjen TNI Yustinus Agus Peristiwanto yang sebelumnya menjabat Kapusada TNI.
  4. Marsda Jemi Trisonjaya selaku Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI dipromosikan menjadi Koorsahli KSAU. Jabatan lamanya digantikan oleh Marsda M Tawakal S Sidik yang sebelumnya bertugas sebagai Sekretaris Bais TNI.

Baca Juga: Panglima TNI akan Siapkan Drone di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Daftar 8 Komandan Resor Militer (Danrem) yang dimutasi

  1. Danrem 043/Gatam (Lampung) Kodam II/Sriwijaya dari Brigjen Ruslan Effendi kepada Brigjen Iwan Marup Zainudin.
  2. Danrem 045/Garuda Jaya (Bangka Belitung) Kodam II/Sriwijaya dari Brigjen Ujang Darwis, kepada Kolonel Inf Agustinus Dedy Prasetyo
  3. Danrem 173/Praja Vira Braja (Biak) Kodam XVII/Cenderawasih dari Brigjen Sri Widodo kepada Kolonel Inf Franz Yohannes Purba.
  4. Danrem 031/Wira Bhakti (Pekanbaru) Kodam I/Bukit Barisan dari Brigjen Parlindungan Hutagulung kepada Kolonel Inf Dany Rakca.
  5. Danrem 063/Sunan Gunung Jati (Cirebon) Kodam III/Siliwangi dari Kolonel Inf Dany Rakca berpindah jabatan menjadi Danrem 031/Wira Bhakti (Pekanbaru) Kodam I/Bukit Barisan.
  6. Danrem 143/Haluleo (Kendari) Kodam XIV Hasanuddin ke Kasdam XII/Tanjungpura dari Brigjen Yufti Senjaya kepada Kolonel Inf Ayub Akbar.
  7. Danrem 131/Santigao (Manado) Kodam XIII/Merdeka Brigjen Mukhlis kepada Brigjen Wakhyono.
  8. Danrem 072/Pamungkas (Jogjakarta) Kodam IV/Diponegoro dari Brigjen TNI Puji Cahyono kepada kepada Brigjen Joko Purnomo. (rr)
PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.