Akan Diberangkatkan ke Papua, Wakil KSAD Cek Kesiapan Prajurit Yonif Raider 300/Brajawijaya

Jakarta, IDM - Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letjen TNI Agus Subiyanto melakukan pengecekan kesiapan dan memberikan pengarahan kepada prajurit Yonif Raider 300/Brajawijaya yang akan melaksanakan tugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) di wilayah Papua, Senin, (3/4).
Pada kesempatan tersebut Agus menyampaikan bahwa sesuai arahan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, para Komandan Satuan Tempur dan Satuan Bantuan Tempur harus selalu siap menghadapi berbagai kondisi bangsa dan negara, serta siap diterjunkan kapanpun dan dimanapun dibutuhkan sesuai dengan tugas pokoknya, yaitu Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Baca Juga: Rekam Jejak Militer Brigjen TNI Deddy Suryadi, Danjen Kopassus yang Baru
"TNI Angkatan Darat merupakan pembina kekuatan Matra Darat dalam kesiapan operasional seluruh satuan jajaran TNI AD, terlebih satuan-satuan yang akan melaksanakan tugas operasi. Sebelum memberangkatkan prajuritnya, TNI AD menyiapkan prajuritnya dengan membekali kemampuan tempur dan kemampuan teritorial,“ kata Agus.

Lanjutnya bahwa apa yang dilatihkan kepada prajurit, adalah hal yang dilakukan prajurit di medan operasi.
Baca Juga: JAT dan Dynamic Pegasus, Dua Tim Aerobatik yang Siap Unjuk Manuver Udara dalam HUT ke-77 TNI AU
"Latihkan prajurit apa yang akan mereka hadapi di medan operasi, menjaga kewaspadaan, kesiapan persenjataan, teknik bertempur yang benar, serta taktik dalam menghadapi musuh, disiplin tempur dan disiplin di medan operasi sehingga pada akhirnya tidak terjadi korban sia-sia saat melaksanakan tugas operasi dan tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil,“ kata Agus.
Usai memberikan pengarahan, Wakil KSAD beserta rombongan juga melakukan pengecekan terhadap alat perlengkapan senjata, materil, serta perbekalan yang akan dibawa para prajurit Satgas. Dalam kesempatan yang sama, ditampilkan pula demonstrasi menembak drone S800, yang merupakan hasil inovasi Kodam III/Slw, serta demonstrasi anjing K9 dalam menangkap musuh. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































