HANKAM

Agar tak Numpang Koopsudnas Lagi, Kohanudnas akan Bangun Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional

rapat
Kohanudnas menggelar rapat rencana pembangunan C2 Popunas (Foto: Dok. Pen Kohanudnas)

Jakarta, IDM – ​Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) akan membangun command and control (C2) Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas) sendiri.

Sebab, saat ini, Kohanudnas belum memiliki sarana C2 Popunas yang berdiri sendiri sebagai pusat komando dan pengendalian pertahanan udara nasional.

Rencana pembangunan C2 Popunas itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Kepala Staf Komando Pertahanan Udara Nasional (Kas Kohanudnas) Mayjen TNI Trias Wijanarko di Ruang Rapat Markas Kohanudnas, Jakarta, Selasa (23/6).

Baca Juga: Kosek I Perkuat Keterpaduan Pertahanan Udara lewat Latihan Cakra A 2026

Dalam rapat, Perwira Bantu II/Kom Skomlek Kolonel (Lek) Panca Prawira memaparkan desain pembangunan C2 Popunas.

Panca menyampaikan, selama ini, pelaksanaan fungsi pemantauan, pengendalian, komunikasi operasi, visualisasi situasi udara, serta dukungan pengambilan keputusan masih menggunakan sarana C2 yang berada di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) secara bersama-sama.

“Kondisi tersebut menyebabkan fungsi Popunas belum dapat berjalan secara optimal sebagai pusat integrasi pertahanan udara nasional yang mandiri, karena sarana yang digunakan masih berbagi dengan kebutuhan operasi Koopsudnas,” tulis keterangan Kohanudnas, Rabu (24/6).

Baca Juga: Satu Lagi Peserta Latsarmil Calon Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Meninggal, Kini Total Tiga

Terkait C2 Popunas, Kas Kohanudnas menekankan bahwa pembangunan harus berorientasi pada integrasi sistem, bukan sekadar pengadaan perangkat.

“Setiap perangkat C2, komunikasi, server, display, jaringan, radar interface, EMSO, anti-UAV, dan supporting system harus dirancang dalam satu arsitektur yang saling terhubung, interoperable, aman, dan dapat dikembangkan pada masa depan,” kata Mayjen Trias.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.