HANKAM

Ada Apa? Sejumlah Kapal Perang hingga Pasukan Khusus RI-Malaysia Mendadak Siaga di Laut Jawa

Konvoi kapal perang
Konvoi kapal perang TNI AL dan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) saat membentuk formasi taktis di perairan Laut Jawa dalam rangka Malindo Jaya 28 AB/26. (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – Perairan Laut Jawa mendadak dipenuhi oleh konvoi kapal perang, helikopter tempur, hingga pergerakan intensif pasukan khusus. Unsur elite dari Komando Armada (Koarmada) II bersama Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) terlihat bersiaga penuh di wilayah maritim strategis tersebut.

Namun, kehadiran kekuatan militer dari kedua negara tetangga ini bukan karena adanya ancaman konflik nyata di lapangan. Peristiwa ini merupakan bagian dari skenario latihan bersama Malindo Jaya 28 AB/26 yang kini resmi memasuki tahap manuver lapangan di laut (sea phase).

Dalam operasi taktis ini, jajaran Koarmada II mengirimkan sejumlah unsur terbaiknya mulai dari kapal perang KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Tombak-629, hingga helikopter Bell 412 HU-4205. Pasukan katak serta tim khusus pemeriksaan kapal (visit, board, search, and seizure/VBSS) juga diterjunkan penuh di tengah laut.

Baca Juga: Ratusan Siswa Dilantik jadi Prajurit Zeni TNI AD, Resmi Terima Baret Kehormatan

Sementara itu, Malaysia mengimbangi kekuatan tersebut dengan mengerahkan dua kapal perang andalan mereka, yakni KD Rencong dan KD Selangor. Negara jiran ini juga memboyong pasukan khusus laut (paskal) mereka untuk melebur dalam operasi pertahanan bersama terintegrasi.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar menjelaskan, fokus utama operasi maritim gabungan ini tertuju pada penguatan profesionalisme prajurit dan stabilitas keamanan wilayah laut kedua negara.

Uji tembak
Uji tembak senjata artileri laut (gunnery exercise) menggunakan peluru penjejak pada malam hari untuk menguji kesiapsiagaan awak kapal tempur. (Foto: Dok. Koarmada II)

"Berbagai serial latihan yang dilaksanakan yaitu diawali dengan departure and pilotage serta officer of the watch maneuvering exercise untuk mengasah kemampuan olah gerak kapal dan koordinasi antarsatuan di laut," ujar Antonius, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Minggu (21/6).

Barisan kapal perang gabungan tersebut juga melakukan latihan foto udara (photo exercise) serta pengamanan lambung kapal (screen exercise) sebagai bagian dari peningkatan kemampuan operasi taktis bersama. Manuver komprehensif ini bertujuan melatih kesiapsiagaan armada dalam mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan di laut.

Baca Juga: Perwira TNI AU Ukir Prestasi, Raih Predikat “Best Research Paper” di Pendidikan Militer Lebanon

Tembakan Meriam hingga Serbuan Pasukan Khusus

Ketegangan skenario latihan kian memuncak saat seluruh KRI dan kapal perang Malaysia menggelar uji tembak senjata artileri laut (gunnery exercise). Sesi tersebut berjalan beriringan dengan simulasi komunikasi sandi taktis militer (publication exercise).

Dinamika di lapangan terus bergerak cepat dengan hadirnya manuver pengiriman logistik dari helikopter ke dek kapal tangki saat melaju (vertical replenishment). Operasi udara-laut ini melibatkan langsung helikopter dari jajaran Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal).

Personel pasukan khusus
Personel pasukan khusus saat bergerak menggunakan kapal cepat RBB KRI Tombak-629 untuk mensimulasikan prosedur penggerebekan kapal (boarding exercise) di laut terbuka. (Foto: Dok. Koarmada II)

Menjelang akhir fase operasional, kekuatan gabungan melakoni prosedur pendekatan pengisian bahan bakar di laut (replenishment at sea approach). Rangkaian manuver kemudian ditutup dengan latihan penggerebekan kapal (board exercise) oleh pasukan katak dan Paskal Malaysia.

Baca Juga: Para Pimpinan Angkatan Laut dan Marinir Indo-Pasifik Kumpul di Hawaii, Bahas Peperangan Modern

Aksi Terjun Payung di Langit Surabaya

Sebelum bergerak menguasai laut, kedua pasukan elite tersebut lebih dulu menggebrak lewat aksi infiltrasi udara. Belasan prajurit pilihan dari pasukan katak dan paskal unjuk gigi menggelar aksi terjun bebas (free fall) bersama di langit Surabaya.

Latihan ini melibatkan total 16 personel pilihan yang terdiri dari 6 prajurit Satuan Kopaska Koarmada II, 8 personel Paskal Malaysia, serta 2 orang pemandu penerjunan (jump master). Menggunakan helikopter Bell 412 HU-4205 milik Puspenerbal, seluruh penerjun sukses mendarat mulus di Markas Komando Pusat Kopaska.

Tak hanya bertempur di udara, prajurit dari pasukan katak dan paskal juga memantapkan insting tempur mereka di darat lewat latihan menembak bersama di Surabaya, Kamis (18/6). Di bawah pantauan Asisten Operasi Panglima Koarmada II Kolonel Laut (P) I Gede Putu Iwan, para penembak elite melakoni materi kemahiran menembak (marksmanship), menembak reaksi cepat, hingga teknik penembakan senyap (silent shooting).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.