HANKAM

Aceh Tengah Masih Terisolir, TNI Buka Pendaratan Pesawat di Rembele Perpendek Jalur Distribusi Bantuan

Wakapuspen TNI Brigjen Osmar Silalahi
Wakapuspen TNI Brigjen Osmar Silalahi bersama jajaran dinas penerangan angkatan dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – TNI melalui TNI Angkatan Udara membuka pendaratan pesawat baru di Bandar Udara Rembele, Bener Meriah, Aceh, untuk memperpendek jalur distribusi bantuan logistik bagi korban banjir bandang dan longsor, khususnya di wilayah Aceh Tengah.

“Tujuannya agar kami dapat melaksanakan percepatan terhadap segala sesuatu yang terjadi di daerah bencana,” ujar Wakil Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen Osmar Silalahi dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (9/12).

Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Dinas Penerangan TNI AU Kolonel (Pnb) Didik Setyo Nugroho mengatakan bahwa wilayah Aceh Tengah masih terisolir. Oleh karena itu, TNI membuka rute pendaratan di Rembele untuk mempendek jalur distribusi logistik.

Baca Juga: Tim Kesehatan TNI AD Tembus Medan Berat Distribusi Obat ke Wilayah Terisolir Aceh Tengah

“Di sana kami membuat posko, dibuat pusat komando untuk membantu atau mempersingkat jarak dan efektivitas bantuan ke Aceh Tengah yang selama ini terisolir,” kata Didik.

TNI AU mengerahkan personel Dukungan Operasi Penerbangan (Dukopsbang) untuk membuka pendaratan di Rembele. Prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) ikut dikerahkan untuk pengamanan bandara.

Per Senin (8/12), pesawat angkut seperti C-130 Hercules dan CN-295 sudah bisa mendarat di Bandara Rembele.

TNI kemudian menyiagakan dua helikopter Caracal, satu helikopter dari Kementerian Pertahanan RI, dan satu helikopter Mi-17 untuk distribusi lanjutan dari Rembele.

Baca Juga: Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Deportasi 13 WNA Ilegal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Bantuan-bantuan logistik mulai diberangkatkan dari Bandara Rembele menggunakan helikopter menuju sembilan lokasi di Gayo Lues dan lima lokasi di Aceh Tengah.

“Jadi lebih efektif, daripada selama ini dari Lanud Soewondo menuju ke Aceh Tengah maupun dari Padang ke Aceh Tengah, jaraknya lebih jauh,” ujar Didik.

“Sehingga Bandara Rembele kami operasionalkan untuk mempersingkat jarak maupun efektivitas bantuan,” kata Didik. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.