A400M, Pesawat Angkut Terbesar TNI AU dengan Beragam Kecanggihan

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) kehadiran alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru berupa pesawat A400M yang mendarat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11) pagi.
Kehadiran A400M menjadi bukti keseriusan pemerintah Indonesia dalam memperkokoh kekuatan TNI AU dalam menjalankan tugas pokoknya dalam menjaga kedaulatan Indonesia.
A400M dengan nomor registrasi A-4001 tersebut tercatat sebagai pesawat angkut militer terbesar yang dimiliki oleh TNI AU saat ini. TNI AU diketahui memiliki jenis pesawat angkut lainnya seperti C-130 Hercules dan C-130J Super Hercules.
Baca Juga: TNI Akan Bentuk Satuan Antariksa di Bawah Kohanudnas
Melansir berbagai sumber, pesawat produksi Airbus tersebut dirancang sebagai pesawat Multi Role Tanker Transport (MRTT), yang mampu beroperasi untuk berbagai misi, baik dalam operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).
Adapun misi yang dapat dilakukan di antaranya dukungan pergeseran misi militer, pengisian bahan bakar di udara (air to air refueling), serta bantuan kemanusiaan di tingkat regional maupun internasional.

Pesawat mampu membawa muatan maksimum seberat 37.000 kilogram (81.600 pounds) dan memiliki sistem terintegrasi canggih yang mencakup sistem komunikasi (AFDX, MIDS) auto channel, Navigasi berbasis (GPS, GNSS, FMS, IRS), sistem display HUD (Head Up Display), NTD (Navigation and Tactical Display) dan ECAM (Electronic Centralized Aircraft Monitoring).
Selain itu, A400M TNI AU juga dilengkapi dengan sistem surveilance (TCAS, TAWS, DASS, RWR) yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran situasional dan kinerja dalam setiap penerbangan.
Baca Juga: Destroyer Rusia Kelas Udaloy Singgah di Aceh, Ini Misinya
Pesawat tersebut dapat diawaki dengan minimum 3 personel yang terdiri dari dua orang pilot dan seorang loadmaster. A400M A-4001 memiliki empat engine turbo propeller dari pabrikan Europrop International TP400-D6 yang merupakan mesin turboprop militer paling kuat di dunia dan mampu menghasilkan tenaga 11.000 horse power di setiap engine-nya.
A400M mampu take off maksimum dengan berat 141.000 kilogram atau setara dengan 381.850 pounds dan kecepatan maksimum sampai dengan 433 knots (0.72 Mach).
Pesawat juga mampu terbang dengan daya jelajah selama 8 jam tanpa melaksanakan refuel dengan maksimum ketinggian 40.000 feet (kaki). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































