900 Siswa Ikuti Pendidikan Tamtama Infanteri TNI AD

Jakarta, IDM – Sebanyak 900 siswa ikuti pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang III TA 2025 di Lapangan Candradimuka Secata Rindam V/Brawijaya.
Dilansir dari keterangan Penkodam V Brawijaya, Senin (29/12), pembukaan pendidikan dipimpin langsung Komandan Rindam (Danrindam) V/Brawijaya Brigjen TNI Hari Rahardjanto.
Baca Juga: TNI AD Terjunkan Ratusan Prajurit Bersihkan Pasar di Aceh Tamiang
Pada kesempatan tersebut Rahardjanto menyampaikan ucapan selamat kepada calon siswa Tamtama Infanteri terpilih sebagai putra-putra terbaik bangsa yang telah lulus seleksi dan siap mengikuti pendidikan dasar keprajuritan.
Ia juga menekankan agar para calon siswa segera beradaptasi dengan lingkungan pendidikan, menguasai ilmu pengetahuan serta keterampilan dasar keprajuritan, dan membina kondisi jasmani yang samapta sebagai bekal utama pengabdian di satuan.
Baca Juga: Satgas Gulbencal dan Yonif TP 905/TS Salurkan Logistik Berjalan Kaki di Sumatra Utara
"Kepada para guru militer (gumil), dan pelatih agar mendidik calon siswa secara benar dan bertanggung jawab sehingga terbentuk prajurit Tamtama profesional, berdisiplin, berjiwa kejuangan, dan memiliki loyalitas tinggi," kata Rahardjanto.
Untuk diketahui 900 siswa ini akan menjalani pendidikan selama tiga bulan di Secata Rindam V/Brawijaya, dengan harapan mampu melahirkan prajurit TNI AD berintegritas, tangguh, dan siap melaksanakan tugas negara. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































