90 Tabung Oksigen Didistribusikan TNI AD Ke Beberapa RSAD

Jakarta, IDM - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat mendistribusikan tabung oksigen beserta regulator oksigen menggunakan KM ADRI 49 melalui dermaga Satangair (Satuan Angkutan Air) Pusbengkad Tanjung Priok, Senin (9/8/2021) ke sejumlah rumah sakit jajaran TNI AD yang menjadi prioritas, yakni di wilayah Kodam IX/Udayana, Kodam XVI/Pattimura dan Kodam XVII/Cenderawasih, dalam rangka mengakselerasi penanganan Covid-19.
Tabung Oksigen beserta regulator tersebut merupakan bantuan dari SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) yang diserahkan kepada TNI AD beberapa waktu yang lalu di Mabesad.
Adapun rincian 90 unit tabung oksigen dengan kapasitas 50 liter beserta regulator oksigen, akan dikirimkan kepada RST TK. IV Kupang Kodam IX/ Udayana (20 tabung oksigen dan regulator oksigen ), RST TK. II Latumenten, Ambon Kodam XVI/Pattimura (50 tabung oksigen dan regulator oksigen), serta RST TK. II Marthen Indey Kodam XVII/Cenderawasih (20 tabung oksigen dan regulator oksigen). (nhn/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































