9 KRI Jaga Timah Rp173 Miliar di Babel, Ada Uji Drone Kamikaze!

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan kekuatan besar untuk memagari kekayaan alam Indonesia di perairan Bangka Belitung. Sebanyak 9 kapal perang (KRI) mengawal latihan tempur sekaligus memamerkan hasil tangkapan timah dan logam langka senilai miliaran rupiah.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memimpin langsung gelaran latihan anti-akses dan anti-amfibi ini pada Minggu (15/2). Sembilan kapal perang yang terlibat meliputi KRI Brawijaya-320, KRI RE Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594, hingga KRI Pulau Fani-731.

Selain manuver kapal perang, TNI AL juga menguji teknologi militer terbaru seperti drone surveilans dan drone kamikaze. KRI RE Martadinata-331 menggetarkan lokasi dengan tembakan meriam 76 mm, sementara roket MLRS Korps Marinir menghujam sasaran sebagai senjata utama pertahanan pantai. Pasukan pendarat Marinir pun merangsek maju untuk pendaratan amfibi yang terintegrasi dengan satgas udara.
Baca Juga: Laut Bangka Belitung Memanas! KRI Brawijaya Pimpin Iring-iringan Kapal Perang TNI AL
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan integrasi alutsista modern dalam latihan ini bertujuan untuk menutup ruang gerak pelaku illegal mining.
"Kita menguji sistem kendali mobil dan drone kamikaze untuk memastikan tidak ada celah bagi penyelundup di wilayah strategis ini," ujarnya menjelaskan skenario operasi.

Usai latihan tempur, Ali meninjau tumpukan barang bukti hasil operasi keamanan laut bersama satuan lapangan Tri Cakti. TNI AL berhasil menyita 496,892 ton timah serta 10.762,117 ton logam tanah jarang (LTJ) seperti zircon, ilmenite, dan monazite. Total nilai komoditas yang berhasil diselamatkan dari praktik ilegal ini mencapai Rp173,6 miliar.
Baca Juga: Aksi Marinir di Sukabumi: Siang Kepung Rumah, Malam Sergap Musuh, hingga Operasi Udara
Ali menegaskan, operasi ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Fokus utama Prabowo, kata Ali, tertuju pada pemberantasan penyelundupan sumber daya alam yang merugikan negara serta merusak ekosistem lingkungan.
"Bangka Belitung memiliki sumber daya yang sangat kaya, sayang sekali kalau diselundupkan bahkan menguntungkan negara lain," tegas Ali. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































