82 Personel Raih Baret Pomau, Siap Tegakkan Hukum dan Disiplin di TNI AU

Jakarta, IDM – Sebanyak 82 personel Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) siap mengawali pengabdian sebagai aparat penegak hukum dan disiplin, serta pengaman di lingkungan TNI Angkatan Udara usai resmi menyandang baret biru dan dikukuhkan melalui upacara tradisi pembaretan.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Dapuspomau) Marsda TNI Daan Sulfi di Boyolali, pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kembali ke NKRI, Yujin Butiop Serahkan Senjata dan Bendera Bintang Kejora
Tradisi pembaretan menjadi penanda keberhasilan mereka menyelesaikan rangkaian pendidikan kecabangan Polisi Militer TNI AU. Puluhan prajurit muda itu merupakan lulusan Sekolah Dasar Kecabangan (Sesarcab) Pomau A-29, Sekolah Kejuruan Bintara (Sejurba) Pomau A-44, dan Sekolah Kejuruan Tamtama (Sejursarta) Pomau A-60.

Selama menempuh pendidikan, para siswa menjalani pembelajaran yang disusun secara komprehensif melalui perpaduan materi di kelas dan latihan praktis sebagai bekal pelaksanaan tugas di satuan. Penerangan Puspomau menjelaskan bahwa materi pembelajaran mencakup Pengetahuan Pendukung, Materi Dasar Polisi Militer, Penyelidikan Kriminal (Lidkrim), Pengamanan Fisik, Penegakan Kedisiplinan dan Ketertiban.
Baca Juga: Kolonel TNI AD Borong Prestasi dan Gelar Langka di Islamabad
Materi-materi lainnya adalah Penegakan Hukum (Gakkum), Pengurusan Tahanan Militer dan Tawanan Perang, hingga berbagai latihan praktis yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis, profesionalisme, serta kesiapan mental dan fisik para siswa sebagai prajurit Pomau.
“Selain sebagai simbol kebanggaan dan kehormatan, baret biru Polisi Militer menjadi lambang kesiapan para siswa untuk mengemban tugas sebagai aparat penegak hukum, penegak disiplin, dan pengaman di lingkungan TNI Angkatan Udara,” tegas Daan dikutip dari unggahan Instagram @penpuspomau, Senin (13/7).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































