HANKAM

80 Prajurit TNI Pulang dari Medan Konflik Kongo, Pangdam Cenderawasih: Bawa Nama Harum Indonesia!

Prajurit Satgas Kizi TNI
80 Prajurit Satgas Kizi TNI pulang dari medan konflik di Kongo. (Foto: Dok. Kodam Cendrawasih)

Jakarta, IDM – Sebanyak 80 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda XX-V/MONUSCO resmi kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo selama satu tahun.

Kepulangan para prajurit disambut langsung Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Febriel Buyung Sikumbang dalam upacara penyambutan yang digelar di Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Senin (10/8).

Pangdam menyampaikan apresiasi sekaligus kebanggaan atas keberhasilan para prajurit menjalankan tugas di tengah kompleksitas situasi keamanan Kongo.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan kemampuan prajurit TNI dalam menjalankan mandat internasional.

Baca Juga: Temui KSAL, Dubes Sri Lanka Bahas Kerja Sama Teknologi Kapal Perang

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Kodam XVII/Cenderawasih, saya mengucapkan selamat datang kembali di tanah air kepada seluruh personel Satgas Kizi TNI Konga XX-V MONUSCO. Saya bangga atas dedikasi, loyalitas, disiplin, dan profesionalisme yang telah ditunjukkan selama bertugas di bawah bendera PBB,” ujar Pangdam.

Satgas yang dipimpin Letkol Czi Tommy J.O. Sunggu tersebut menjalankan penugasan periode 2025–2026 dengan basis di Bumi Nusantara Camp, Mavivi, wilayah Beni.

Berbeda dengan satuan tempur, pasukan zeni punya peran strategis dalam mendukung keberlangsungan operasi perdamaian melalui pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

Selama bertugas, para prajurit menangani pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan strategis, pemeliharaan pangkalan, hingga dukungan teknis bagi operasi perdamaian MONUSCO.

Salah satu capaian penting Satgas Kizi TNI Konga XX-V adalah pembangunan Center Conjoint Coordination des Operation (CCCO) di Beni. Selain itu, prajurit Indonesia juga memperbaiki jalur logistik dan memperkuat fasilitas di Bumi Nusantara Camp.

Baca Juga: TNI AU Matangkan Rencana Pemanfaatan Jalan Tol di Jawa Timur sebagai Landasan Alternatif

Seluruh pekerjaan tersebut berhasil diselesaikan sesuai mandat yang diberikan PBB.

Dedikasi itu mendapat apresiasi dari MONUSCO. Bahkan, seluruh 80 personel Satgas Kizi TNI Konga XX-V juga dianugerahi Satyalancana Santi Dharma oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dalam misi internasional.

Febriel menegaskan pengalaman selama berada di Kongo tidak boleh berhenti sebagai catatan keberhasilan misi.

Menurutnya, pengalaman prajurit di Kongo harus ditransformasikan menjadi pengetahuan dan kemampuan baru bagi satuan.

“Jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kualitas latihan, pembinaan personel, dan kesiapan operasional satuan,” tegasnya.

Baca Juga: TNI AL Ajak Sri Lanka Ikut Latihan Multilateral Komodo 2027

Ia juga meminta para prajurit tetap mempertahankan disiplin dan integritas setelah kembali ke satuan.

“Teruslah memberikan pengabdian terbaik bagi TNI, bangsa, dan negara,” pesannya.

Pangdam berharap keberhasilan Satgas Kizi TNI Konga XX-V menjadi inspirasi bagi prajurit Kodam XVII/Cenderawasih lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.

Kepulangan 80 prajurit sekaligus menegaskan bahwa kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia tidak hanya diwujudkan melalui kemampuan tempur, tetapi juga melalui kerja nyata di lapangan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.