8 Prajurit Kopassus Terima Penghargaan Sangkur Perak

Jakarta, IDM – Sebanyak delapan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD menerima penghargaan sangkur (pisau komando) perak.
Dilansir dari keterangan Penkopassus, Rabu (14/1), penghargaan ini diberikan langsung oleh Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi.
Baca Juga: Dubes Prancis Sambangi Koarmada II di Surabaya, Ini yang Dibicarakan
Dijelaskan bahwa penghargaan ini diberikan karena para prajurit ini telah menunjukkan dedikasi dan keteladanan luar biasa di atas panggilan tugas.
Djon pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi terhadap para prajurit ini. Ia menekankan untuk terus berbuat yang terbaik, tulus, dan ikhlas dalam setiap penugasan.
Baca Juga: Tinjau Markas Yon TP 827/MCY Kaltim, Menhan Sjafrie: Tugas Kalian Menemukan dan Menghancurkan Musuh
Untuk diketahui penyematan sangkur komando warna perak kepada delapan prajurit ini hanya diwakili oleh dua prajurit. Hal ini lantaran enam prajurit lainnya masih berada di daerah penugasan. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































