752 Prajurit Baru Resmi Sandang Baret Ungu Marinir di Malang

Jakarta, IDM – Sebanyak 752 prajurit baru Korps Marinir resmi menyandang baret ungu di Pantai Baruna, Malang Selatan, Jawa Timur, Senin (12/10). Upacara pembaretan ini menandai tuntasnya Pendidikan Komando Angkatan ke-180 sekaligus dimulainya masa penugasan para prajurit.
Ratusan prajurit yang resmi dikukuhkan tersebut terdiri atas 453 lulusan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) serta 299 lulusan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata). Seluruhnya telah menyelesaikan seluruh tahapan latihan fisik dan mental sebelum meneruskan pengabdian di satuan operasional.
Baca Juga: Diresmikan Prabowo, Ini Strategi Pemenuhan SDM dan Alutsista 3 Batalion Baru TNI AD
Prosesi di pesisir Malang Selatan ini menjadi awal tanggung jawab para Bintara dan Tamtama baru untuk mengabdi di lingkungan Korps Marinir. Penambahan personel ini memperkuat jajaran sumber daya manusia dalam menjaga kesiapan satuan di berbagai medan penugasan.

Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi mengingatkan seluruh prajurit agar langsung menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat bertugas. Kesiapan fisik dan mental menjadi tuntutan utama dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang.
Baca Juga: Alasan TNI AD Bentuk Tiga Batalion Bantuan Tempur Baru
"Kehormatan mengenakan baret ungu harus diimbangi dengan tanggung jawab besar dalam menjaga nama baik Korps Marinir," ujar Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Senin (12/10).
Selain itu, para prajurit baru diminta terus menjaga disiplin, meningkatkan keterampilan bertempur, serta memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit selama menjalankan tugas menjaga kedaulatan NKRI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































