72 Siswa Lulusan Kodiklatal Perkuat Pasukan Khusus TNI AL

Jakarta, IDM - Sebanyak 72 siswa lulus dari program pendidikan calon awak kapal selam (Dikcawakkasel) angkatan ke-57 dan pendidikan Komando Pasukan Katak (Dikkopaska) angkatan ke-46.
72 siswa yang terdiri dari 30 orang Dikcawakkasel dan 42 orang Dikkopaska tersebut mengikuti upacara penutupan pendidikan yang dipimpin Dankodikopsla Laksma TNI Dadang Somantri, Surabaya, Rabu (2/8).
Baca Juga: LST India INS Airavat Sandar di Jakarta, Pernah Bawa Bantuan Oksigen Saat Covid-19
Dadang mengucapkan selamat atas keberhasilan para siswa dalam menyelesaikan pendidikan di Pusdiksus Kodikopsla dengan harapan apa yang dipelajari dapat dipahami dengan benar.

"Agar selanjutnya diaplikasikan di dalam medan penugasan tempat yang baru," jelasnya, dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal, Kamis (3/8).
Ia melanjutkan, dua program pendidikan Dikbrevet yang dilaksanakan selama 10 bulan ini bertujuan membentuk dan membekali prajurit TNI AL, yang akan diproyeksikan sebagai pengawak kapal selam dan personel Satkopaska yang profesional, berkeahlian khusus sesuai bidang masing-masing.
"Saya berharap seluruh alumni siswa agar tetap menjaga dan meningkatkan serta mengasah ilmu yang didapatkan hingga kalian memiliki kemampuan dan keterampilan profesi untuk melaksanakan setiap tugas sebagai pengawak kapal selam dan Kopaska," tuturnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































