HANKAM

62 Tahun Korps Wanita TNI AU, KSAU: Wara Memiliki Peran Strategis di Berbagai Bidang

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono memotong tumpeng dalam acara HUT ke-62 Korps Wanita TNI AU di Mabesau, Jakarta Timur. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Korps Wanita TNI AU (Wara) menggelar peringatan HUT ke-62 yang mengusung tema “Dengan Semangat Karya Bhakti Sakti Sejati, Wara sebagai Prajurit Profesional Siap Mewujudkan TNI AU yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis”.

Kegiatan yang diawali apel pagi dan olahraga bersama Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono didampingi Ketua Umum PIA Ardhya Garini, Isa M. Tonny Harjono tersebut diadakan di Mabesau, Jakarta Timur, Selasa (12/8).

Dalam sambutannya, Tonny menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh Wara di mana pun bertugas.

Ia menegaskan peran penting Wara di berbagai bidang, mulai dari teknisi, kesehatan, penerbang, hingga misi perdamaian dunia.

Baca Juga: KSAD Pimpin Sertijab Tiga Jabatan Strategis di TNI AD, Ini Daftarnya

Selain itu, Tonny juga menekankan tiga fokus pembinaan, yakni penugasan berbasis kompetensi, peningkatan peran Wara dalam pengembangan organisasi, serta dukungan keseimbangan peran sebagai prajurit dan anggota keluarga.

Lahirnya Korps Wanita TNI AU

Pada tahun 1963, Korps Wanita TNI AU, yang dikenal sebagai Kowau atau Wara memulai langkah pertamanya.

Latar belakang pembentukan Wara berakar dari kebutuhan strategis TNI AU untuk memperkuat struktur organisasi dan memperluas peran personel dalam menghadapi tantangan zaman. Di tengah semangat emansipasi yang mulai tumbuh di berbagai lini kehidupan nasional, pimpinan TNI AU melihat potensi besar dalam keterlibatan perempuan.

Dikutip dari berbagai sumber, maka, pada tanggal 12 Agustus 1963, Korps Wanita TNI AU resmi didirikan, menandai babak baru dalam sejarah militer Indonesia.

Baca Juga: Jet Tempur F-16 dan Helikopter Bakal Ramaikan HUT ke-80 RI di Istana

Para perempuan yang tergabung dalam Wara bukanlah pelengkap. Mereka adalah pionir, pelopor, dan penjaga nilai-nilai disiplin, loyalitas, serta profesionalisme. Dengan seragam biru langit dan semangat baja, mereka menjalani pendidikan militer yang setara, mengemban tugas di bidang administrasi, kesehatan, komunikasi, intelijen, hingga pendidikan.

Mereka hadir di ruang-ruang strategis, membuktikan bahwa pengabdian tidak mengenal jenis kelamin, hanya keberanian dan komitmen.

Lahirnya Wara bukan sekadar peristiwa institusional, tetapi adalah simbol keberanian perempuan Indonesia menembus batas tradisi, menjawab panggilan sejarah, dan berdiri sejajar dalam menjaga tanah air. Di balik radar dan ruang kendali, di balik meja operasi dan ruang briefing, para srikandi udara ini terus menorehkan jejak pengabdian yang tak tergantikan. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.