HANKAM

58 Taruna AAL Jalani Pendidikan Komando Marinir, Digembleng Kuasai Medan Tempur

Gubernur AAL Laksamana Muda Supardi
Gubernur AAL Laksamana Muda Supardi memimpin upacara pelapasan latihan praktik pendidikan komando di Surabaya, Selasa (2/1). (Foto: Dok. AAL)

Jakarta, IDM - Sebanyak 58 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Korps Marinir angkatan ke-71 akan menjalani latihan praktik pendidikan komando selama 77 hari, mulai dari 3 Januari-19 Maret 2024.

Gubernur AAL Laksamana Muda Supardi melepas puluhan taruna tersebut untuk mengikuti latihan praktik pendidikan komando, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/1).

Supardi menyampaikan, tujuan latihan ini adalah untuk memberikan bekal kemampuan dan keterampilan dasar komando kepada para taruna.

Baca Juga: Danlanud Supadio Ingatkan Peran Pesawat Terbang Tanpa Awak dalam Operasi Udara di Masa Depan

"Baik secara perorangan maupun kelompok, dalam situasi pertempuran aspek darat, laut, dan kondisi khusus," ujar Supardi, dikutip dari laman AAL, Kamis (4/1).

Ia melanjutkan, sasaran dalam latihan ini adalah agar para taruna memiliki keterampilan untuk mengatasi berbagai rintangan alam maupun buatan dalam pertempuran.

"Mereka juga diharapkan memiliki kemampuan teknik dan taktik bertempur satuan kecil di daerah rawa, hutan, dan gunung," paparnya.

Baca Juga: Pushidrosal Gelar Survei Hidro-oseanografi Jalur Pipa Bawah Laut di Perairan Kalimantan Utara

Selain itu, kata Supardi, diharapkan para taruna dibentuk menjadi prajurit Marinir yang dapat melaksanakan tugas-tugas khusus secara perorangan maupun kelompok di bawah kondisi yang tidak menguntungkan.

Nantinya, para taruna akan menjalani lima tahap latihan yang meliputi dasar komando, kemampuan dan ketahanan di laut, pertempuran hutan, gerilya lawan gerilya, dan lintas medan.

"Utamakan keselamatan dan keamanan personel serta material, ciptakan zero accident, siapkan mental dan fisik dengan baik, dan dapat memanfaatkan momen latihan ini untuk mendalami pengetahuan profesi korps," tegas Supardi. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.