58 Tahun Berkiprah, Yonif Pandawa Jadi Batalyon Legendaris dan Militan

Jakarta, IDM – Berdiri sejak 1 Juni 1967, Yonif 411/Pandawa Kostrad jadi batalyon legendaris dan militan yang telah berkiprah selama 58 tahun. Lewat upacara militer, batalyon yang bermarkas di Salatiga ini merayakan hari ulang tahunnya, Selasa (10/6) di lapangan Kurusetra.
Dalam upacara ini juga diadakan penyematan bendera Kompi Terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kinerja satuan.
Menurut Komandan Batalyon (Danyon) Letkol Inf Ilham Datu Ramang satuannya ini selalu menjaga soliditas, militansi, dan reputasi yang membanggakan. Ia berharap hal ini terus diasah dan dijaga.
Baca Juga: TNI Dilarang Bawa Flora dan Fauna dari Papua
"Melalui momentum peringatan HUT ke-58 ini, saya berharap Yonif 411/Pandawa dapat terus menjadi satuan yang solid, militan, dan disegani dalam setiap penugasan," kata Ilham.
Batalyon Legendaris dan Militan
Dalam beberapa kesempatan batalyon Pandawa selalu mendapatkan pujian. Misalnya datang dari Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Mayjen TNI Susilo sendiri pernah memuji batalyon ini. Menurutnya Yonif 411 adalah batalyon legendaris yang ada sejak dia kecil.
“Batalyon 411 merupakan satuan legendaris dan memiliki nama besar di kalangan masyarakat sejak saya kecil, banyak prestasi telah di torehkan,” katanya di momentum kunjungannya di Yonif 411 beberapa waktu lalu.
Pujian Susilo bukan tanpa alasan, Yonif 411 tercatat sejak tahun 1972 sudah melaksanakan berbagai misi baik bersifat Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Catatan terbaiknya adalah melakukan penugasan luar negeri di Kamboja pada tahun 1992.
Baca Juga: TNI AD: Implementasi Pertahanan Darat Adalah Pertempuran dan Teritorial
Batalyon ini juga berkali-kali mengirimkan pasukannya untuk bertugas di Papua. Walaupun taruhannya nyawa banyak implementasi yang mereka lakukan untuk Papua. Sebut saja, mendirikan dua gereja sekaligus, meskipun harus mendatangkan material bangunannya langsung dari Pulau Jawa melintasi lautan sejauh 3.000 km ke Nduga. Kemudian, membantu mengantar sekaligus menjemput anak-anak sekolah di Kampung Mumugu, Distrik Sawa Erma, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan.
Dalam diplomasi pertahanan, batalyon ini juga tercatat pernah mengikuti beberapa latihan bersama dengan negara lain. Diantaranya Latma Safkar Indopura tahun 2024 yang merupakan latihan antara Yonif 411 mewakili TNI AD dengan pasukan AD Singapura. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































